Saat
itu senja kini beradu dalam peraduannya
di ufuk barat, meyampaikan salam
perpisahan pada hari yang kan berganti di waktu yang terus bergulir,
dalam terang dan hangat, sinarnya kini berganti dalam sejuk dan dinginnya udara
malam itu, saat sejenak melepaskan kepenatan pada aktivitas yang telah tertunaikan di siang hari.
Wahai
sahabatku ada kisah yang ingin ceritakan dan ku bagi dalam satu tulisan agar
bisa memberikan inspirasi bagi dirimu wahai sahabatku, sebuah kisah yang ku
alami saat - saat perjalanan bersama beberapa orang sahabat di hari yang ramai
dan gemerlapnya cahaya kendaraan yang hilir mudik silih berganti menerangi
sepanjang jalan kota.
Serombongan pemuda dengan gagahnya
menapaki terotoar jalan yang di sediakan bagi pejalan kaki, yang telah menjadi
hak mereka untuk menikmati suasana malam kota yang padat dan ramai. Dengan gaya
dan penampilan yang berbeda dengan karakter dan kepribadian yang berbeda mereka
saling menyatukan pemikiran, saling menyatukan bahasa dalam warna perbedaan
mereka, dalam keseruan dan keakraban di antara pemuda itu, aku melihat salah
seorang sahabatku mengambil sebungkus rokok dari arah saku celananya lalu
memetik sebatangnya dalam barisan beberapa buah rokok lainnya yang tersisa di
dalam bungkus tersebut. Mungkin bagi kamu ini hal yang biasa saja terjadi tapi
saya ingin merubahnya menjadi satu hal
yang tidak biasa , kenapa ?? karena ini pertama kalinya saya melihat sahabat
saya ini merokok bahkan memiliki sebungkus rokok lagi, terbesit dalam hati
untuk mengawali pembicaraan dengannya .
“
Bro [ bahasa persahabatan memanggil seseorang ], tumben merokok ??”
“
baru liat yah ?” jawabnya
“
iya nih, baru pertama kali saya melihat kamu ngerokok, saya kira wajah kamu
yang akademis ini bukan seorang perokok loh”
“
hahaha” dia hanya tertawa
“lalu
sejak kapan ni mulai ketagihan ngerokok ??” tanyaku lagi
“hemmmm
[ lama dia berpikir ] kira – kira semenjak awal – awal perkuliahan”
“kok
saya baru tahu.” Terheran dengan diri sendiri karena baru mengetahui temannya
merokok
“hemmm
J
“ dia hanya tersenyum
“kenapa
bisa jadi perokok ??” tanyaku kembali.
“hemmmm
[ lama lagi dia berpikir, mengumpulkan satu alasan ] mungkin terpengaruh dengan teman juga sih
katanya kalau tidak ngerokok yah tidak jantan, dan juga karena waktu itu tugas
– tugas perkuliahan banyak juga, di tambah kepala pusing karena masalah peribadi yang begitu semerawut , saya cari obatnya nggak sembuh – sembuh juga , pas
ngerokok nyut – nyut di kepala jadi hilang semua tuh” alasannya
Diriku
pun sempat terdiam, hingga terheran – heran dengan alasannya, mengapa dia bisa
terpengaruh dengan kata – kata temannya “kalau tidak ngerokok yah tidak jantan”
padahalkan seorang banci juga ngerokok dan mengapa juga harus menghilangkan
masalahnya , mengobati rasa sakitnya dengan ngerokok, bukankah itu malah akan
menimbulkan masalah baru dan penyakit – penyakit baru yang akan ia alami di
kemudian hari.
“memang
kamu nggak takut sama ancaman yang tertulis di balik bungkus rokok tersebut ?”
“hemmmm
yah takut juga sih”
“
Lalu kok masih merokok ?“
“
entahlah rasanya saya sudah mulai kecanduan, sulit rasanya kalau mau berhenti
ngerokok” jawabnya dengan enteng
“emangnya
ada niat mau berhenti ngerokok ?”
“iya
juga sih, terkadang niat itu ada untuk berhenti ngerokok”
Syukur
alhamdulillah kalau dia masih juga ada niat mau berhenti, tinggal di kasih
motivasi aja untuk berhenti ngerokok.
“lalu
sehari berapa batang ngerokoknya ??” tanyaku dengan antusias
“
yah kadang – kadang enam batang sehari “
“hemmm
enam batang sehari, kalau satu batang harganya 500 rupiah, maka dikalikan 6 di
kalikan 365 hari dalam setahun yah kira – kira satu juta lebih uang yang telah
engkau bakar hanya untuk kepulan asap yang menggerogoti kesehatan tubuhmu,
belum lagi tambah ongkos yang harus dikeluarkan kalau sakit gara – gara
ngerokok.. kalau saja uang itu digunakan untuk keperluan kuliahmu kan lebih
bermanfaat kan.”
Dia
pun mengangguk – angguk seakan – akan paham dengan penjelasan - penjelasan yang telah ku katakan padanya.
“
kira – kira punya nasehat nggak untuk berhenti kecanduan ngerokok ??” tanyanya
kepadaku
“
yah tentu saja ada nasehatnya jika kau memintanya, mau dengarkan ??”
“iya”
jawabnya dengan mantap.
“
yang pertama kali mesti dilakukan adalah menancapkan NIAT di Hati, sebab
kemauan berhenti saja tidak cukup tanpa di barengi dengan NIAT Yang tulus,
kapan dan dimanapun ada hasrat untuk ngerokok, maka harus ingat kembali niatnya
yang sudah mantap berhenti untuk merokok, karena ngerokok juga salah satu sikap untuk menceburkan diri dalam kebinasaan
yang akan membunuhmu secara perlahan – lahan “
“hemmm
lalu yang kedua” tanyanya lagi
“
selanjutnya kamu jangan mudah terpengaruh oleh temanmu yang ngerokok, misalnya
jika ada yang nawarin kamu rokok, hendaklah terus terang kalau kamu sudah
berhenti ngerokok serta musti tegas dalam pendirianmu kalau kamu sudah tidak
akan lagi ngerokok meskipun hanya setengah atau sebatang saja dan tidak juga
ngerokok hanya setelah makan saja,
pokoknya harus total tidak mau lagi ngerokok walau satu isapan sekalipun.”
Jawabku dengan tegas.
“lah
kalau mereka mengejek saya bagaimana dong ??” tanyanya lagi
“hem
hem , anggap aja ejekan mereka sebagai angin lalu, jika ada temanmu yang
mengejek kamu, yah kamu herus tetap
dalam pendirian kamu dan tidak goyah, dan itu juga godaan syetan dalam bentuk manusianya, yang tidak akan
berhenti menggodanya sampai yang digodanya bertekuk lutut, jadi ejekan, hinaan
apa pun bentuknya yah anggap aja sebagai angin lalu dan tidak perlu di
hiraukan., bukankah kamu sudah bertekad untuk berhenti ngerokok dan meyakinkan
diri bahwa kamu mapu untuk berhenti ngerokok jadi ejakan teman apapun itu sudah
nggak menjadi maslah yang penting bagi kamu dan ingat juga nih bahwa teman
sejati itu adalah teman yang mengantar kepada kebaikan dan bukan kepada
keburukan .”
Dan
saat mendengar dan merenungkan beberapa nasihat dari saya dia pun berusaha
sekuat mungkin untuk tidak merokok dan memanfaat bulan Ramadhan tahun ini sebagai
momentum untuk berlatih penuh untuk tidak merokok lagi.
Wahai sahabatku itulah sepenggal cerita yang ingin
ku bagi dalam tulisan kali ini agar bisa bermanfaat untuk dirimu juga, dan
merenungkan agar tidak menyia – nyiakan betapa banyak rupiah yang telah tebuang
sia – sia , hanya untuk mengepulkan asap rokok semata, dan mencegahmu agar 4000
bahan kimia dalam asap rokok itu tidak meracuni dan merugikan kesehatanmu, agar
zat Nikhotin, Tar dan Karbondioksida tidak menjadi bagian dari zat yang
berpengaruh bagi kesehetanmu, agar kanker paru tidak menjadi ancaman untuk
membunuhmu, yang memperburuk pernapasanmu, yang mengkropposkan tulang –
tulangmu, yang tidak membahayakan saudara – saudaramu , teman – temanmu, dan
orang yang kau cintai dari hembusan asap rokok yang kau keluarkan. Wahai
sahabatku apakah dirimu kan nekat dengan semua bahaya yang kan mengancam jiwamu
dan mengabaikannya ?? apakah kau akan mengobarkan dirimu , teman, dan
keluargamu hamya untuk kepulan asap yang tak membawa arti, maka mulailah dari
sekarang untuk berusaha berhenti dari kesia – siaan yang hanya merugikandirimu
wahai SAHABATKU.!
Sepenggal Cerita
Salman Al Hariyadi

0 komentar:
Posting Komentar