Meskipun
kerongkongan kering dibakar dahaga, tubuh berpeluh di panggang terik matahari,
dan jalan yang tampak hanyalah hamparan padang, tetapi diri ini tak boleh
lengah dengan kilau fatamorgana gossip, itu semua hanyalah ilusi optic akibat
perbedaan kepadatan udara dan kesalahan penangkapan mata manusia. sungguh ini
bukanlah hakikat melainkan hanya sebuah refleksi, Namun , meskipun hanya sebuah
refeleksi, keberadaannya cukup menggoda siapa saja yang memandangnya. lebih –
lebih bagi mereka yang sedang kehausan di tengah perjalanan kehidupan yang
sangat terik ini.
Walaupun
keberadaannya cukup sekali menggoda, maka hiraukanlah karena sekali lagi ia
hanya sebuah refleksi yang bisa menipu dan mengecoh , bagi dirimu dan diri ini
yang sedang merindukan setetes air di perjalanan kehidupan yang melelahkan ini.
Bagi
mereka yang memandang kilau fatamorgana gossip, yang sedang mengarungi lautan
padang pasir kehidupan di bawah terik matahari, sepanjang jauh memandang ia
hanya melihat padang pasir kehidupan yang mengkilau terkena sinar matahari.
mereka kehausan, juga merindukan kesejukan. rasa haus dan rindu kesejukan ini
semakin menghebat jika ternyata dia juga kehabisan bekal kasih sayang dan rasa
cinta. pada saat itulah nun jauh di sana tampak kilauan fatamorgana gossip
seperti pancaran dari sebuah mata air menyejukkan.
Bagi
mereka yang tidak memahami hakikat itu ia akan tergoda dan mengejarnya karena
dia menganggap di ujung sana ada sumber mata air yang jernih dan sejuk, yang
nilainya lebih berharga dari pada nilai cinta dan kasih sayang. mereka bergegas
menuju tempat itu dengan penuh angan – angan , sekalipun tempat itu jauh,
mereka tetap menempuhnya dengan tidak memperhitungkannya bahwa yang mereka
lakukan hanya kesia – siaan, ternyata sesampainya disana ia tidak mendapatkan
apa – apa, bahkan melihat air pun tidak, sedangkan rasa hausnya semakin
bertambah, sementara tenaganya semakin lunglai dan kelelahan. sungguh
menyakitkan. mereka tertipu oleh apa yang disebut fatamorgana gossip.
Dalam
kehidupan kita sebagai makhluk yang bersosial di lingkungan masyarakat, antara
dirimu dan diri ini wahai sahabatku,
selalu saja saja tercipta ruang - ruang
kilau fatamorgana gossip itu, sekali lagi wahai sahabatku, itu hanya sebuah
fatamorgana gossip. sebuah fatamorgana yang jelas tidak benar adanya, tapi
sungguh bagi mereka yang tidak mengerti akan tertarik dengan fatamorgana gossip
itu karena ketidak benarannya, maka untuk mereka yang menikmati dan tertarik
dengan ketidak benaran itu, tentu ada ketidak baikkan di hati mereka yang
menikmati fatamorgana gossip, dan untuk dirimu dan diri ini wahai sahabatku,
yang memiliki hati yang penuh cinta dan kasih sayang, janganlah menikmati
fitnah yang terselip di balik bayang – bayang fatamorgana gosip itu.
Dan
untuk dirimu dan diri ini wahai sahabatku, sebagai seorang yang meiliki pribadi
yang rentan akan fitnah di balik bayang – bayang fatamorgana gossip itu, maka
mulailah mengeluarkan kata - kata yang baik, karena pribadimu ibarat sebuah
gelas bening yang warnanya di tentukan cairan yang ada didalamnya, pastikan
yang engkau ucapkan itu baik, dan pastikan engkau berdiri di tengah oase
pergaulan yang baik.
Sepenggal Cerita
{(^_^)}
Salman Al Hariyadi

0 komentar:
Posting Komentar