Salman Al Hariyadi

"ikhlas dalam menggapai ridho Allah.swt"

Senin, 29 November 2010

"NGAPAIN SUSAH-SUSAH NYARI HIDAYAH..{(^_^)}."

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاء وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
" sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi,tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang dia kehendaki dan dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk" (Q.S.Al-QASHAS : 56)
Timbul pertanyaan dalam benak diri kita," kalo gitu ,buat apa susah-susah nyari hidayah,kalo hidayah hanya Allah berikan sesuai kehendak-Nya? mendingan diam aza yach!!"
hidayah atau petunjuk itu juga ada andil dari diri kita--! kita juga harus berusaha meraihnya (itu mah harus yach) dan ada upaya dari kita ,petunjuk alias hidayah itu sebetuknya udah ada dalam hidup kita,( ach masa sih??) misalnya begini ada bacaan yang menuntun ,ada ucapan orang-orang yang mengajarkan kebenaran dan kebaikan ,tapi sayangnya kita sering menyepelekannya,ogah mendengar,malas membaca .cuuueeek banget...padahal itu jalan menuju hidayah loch!!
menurut imam as-sya 'rawi bahwa orang yang di berikan hidayah atau petunjuk itu seperti kita bertanya tentang alamat rumah seseorang (bisa alamat rumah teman atau rumah dosen hihihihi {(^_^)}..) lalu diberitahu oleh orang yang kita tanya dan kita langsung mengikuti petunjuk itu hingga sampai ke alamat rumah orang yang kita maksud ,jadi emang ada upaya juga dari kita betul nggak??

soalnya aneh banget kalo misalnya kita nanya alamat rumah teman kita ,udah dikasih tahu ,tapi kita malah nggak ngikuti petunjuknya,ya udah nggak bakalan ketemu tuh.......

contoh kasus:
biasanya ada anak cewek (akhwat; {(>_<)} ) yg ditanya " kenapa sih kamu belum pake jilbab???" lalu dia menjawab."waduhhh ,saya belum dapat hidayah akhi.." ini sebenarnya menyianyiakan hidayah karena yang ngasih tau uda banyak , Al-Qur,an juga udah turun ayatnya An Nuur .31 جيونهن….(النور.31)وقل للمؤمنات ييغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن ولايبدين زينتهن الاماظهرمنهاوليضربن بخمرهن على

Artinya: Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman:Hendaklah mereka menahan pandangannya,dan memelihara kemaluannya,dan jangan menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak padanya, dan hendaklan mereka menutupkan kain kudung di dadanya..(An Nuur. 31)


jadi kalo menerjemahkan pendapatnya imam as-sya'rawi ----kalo cuman ngapalin jalan dan alamat orang yang ditanya aja ,tanpa bergerak untuk mengikuti sehingga sampai yang ia tuju ...(gimana mau dapat petunjuk,malah kesesat ) "JADI HIDAYAH ITU MESTI ADA UPAYA DAN USAHANYA DARI KITA JUGA"

SEMOGA BERMANFAAT {(^_^)}

Minggu, 14 November 2010


Ibu, ialah seorang wanita yang dinikahi oleh ayah kita dan kemudian hamil dan melahirkan kita ke bumi, membesarkan, merawat, dan mendidik kita hingga dewasa. Menyekolahkan kita hingga menjadi Sarjana dengan harapan memperoleh anaknya kelak akan mendapatkan masa depan kemilau, jauh dari kesusahan. Berharap yang lebih baik dari keadaan sang ibu. Bekerja keras setiap hari, menyiapkan makan, menyuapi kita ketika masih kecil hingga kita bisa untuk melakukan semua hal sendiri. Berdoa siang malam, hanya untuk sang anak. Begitu besar pengorbanan ibu kita, apakah kita dapat membalasnya. Pikirkanlah apakah kita bisa dan mampu untuk membuatnya tersenyum ketika kita meraih kesuksesan.


Tapi masih banyak anak-anak jaman sekarang masih bersantai-santai tanpa ada perjuangan untuk meraih kesuksesan, pikirkanlah bagaimana ketika ibu kita tiada, Apakah ia akan tenang di alam baka. Ketika ibu yang selama ini ada di sisi kita, memberikan support untuk kita, memberikan masukan positive ketika kita berada dalam keterpurukan, mendoakan setiap langkah yang kita ambil, telah tiada dan tak kan kembali lagi. Apakah yang bisa anda perbuat, apakah anda masih tetap bisa maju? sedangkan ia belum melihat anaknya meraih kesuksesan. Pikirkanlah dengan hati anda, ketika anda juga menjadi orang tua bagaimana perasaan anda jika anak anda belum bisa meraih kesuksesan. Sungguh miris jika harus membicarakan tentang Ibu kita. Mungkin saya masih menjadi salah satu dari anak yang belum bisa memberikan senyum untuk ibu saya, tapi saya punya tekat dalam hati saya! Saya akan membuatnya tersenyum bangga karena telah membesarkan saya, tanamkan itu pada hati anda sekalian, jangan munculkan pertanyaan bisakah saya membuat ibu tersenyum, tapi buatlah pernyataan saya pasti bisa membuat ibu tersenyum! Tentunya dengan perjuangan, Berjuanglah teman! Tulisan ini saya dedikasikan untuk ibu saya, dan seluruh ibu di dunia ini. Bukan berniat sok mengajari, cuman berbagi pikiran.

. . FaceBook . .


fAcebOOk….

namanya begitu akrab & familiar di telinga manusia di zaman ini, baik yang muda maupun yang tua semua mengenal makhluk yang sering disebut FB ini. Dengan FB kita bisa dapatkan banyak teman dari berbagai daerah maupun berbagai Negara. Tak hanya itu, FB juga senjata ampuh tux cari pacar baru….hehehe (bagi buaya2 darat gitu lhox)…..
akibat adanya FB ini, setiap saat kita bisa menulis apapun yang sedang kita pikirkan di dinding FB (tentunya dengan menggunakan hape yang tersedia layanan pesbuk, yang ga’ ada, beli dunx di konter2 terdekat…..hahaha bukan maksud promosi ya), dan berbagai komentar pun akan tercetus dari status yang kita buat. FB bener2 menjadi primadona di zaman sekarang ini, coba bayangkan aja dalam hitungan detik aja ribuan bahkan jutaan orang membuat status baru di dinding’a masing2. Segala hal yang sedang mereka lakukan mereka curah di dinding FB, sebagai contoh menguap pun mereka curahkan di FB dengan menulis “hooaaaammmmmmmmm……..” dan kalau mereka lagi henk mereka akan menulis : “ga’ tau mau nulis apa”. Hahahahaha
/td>
artikel di bagian kanan
dahsyat… dahsyat… dahsyat…. dahsyat… dahsyat…tiap detik orang selalu mengingat FB dan apa pun yang mereka lakukan selalu yang ada dalam pikirannya adalah ubah status FB. Pernah ga ya dalam hitungan detik kita tu mengingat Allah, kematian,azab kubur, surga, neraka???!!!! Okeh lah kalau hitungan detik terlalu sempit, bagaimana hitungan jam, adakah kita mengingat akan Allah, yang telah memberikan kita hidup gratis dengan oksigen_Nya yang selalu Dia mencurahkan kepada kita dalam hitungan detik, tak cukup kah itu semua menyadarkan kita.
Teman….kalau kita bisa mengingat pesbuk dalam hitungan detik, maka Allah lah yang jauh lebih pantas dan lebih berhak kita ingat dalam hitungan waktu yang lebih cepat dari pada detik. Waktu terus berlalu teman, dulu kita SMA tapi tanpa kita sadari sekarang kita sudah semester 5, 7, 9 atau pun 11.
Mari sama2 kita perbaiki diri kita untuk menjadi hamba yang tidak merugi di akhirat kelak……….
Wallahu’alam………