Menaruh
Asa di Atas Puncak
Siang itu teriknya matahari
yang menyapa dan memberikan salam lestari kepada pemuda – pemudi yang berhimpun dalam
sebuah wadah kelompok pecinta alam,sapaan hangat yang mampu menggelorakan
detak-detak hati yang meleyapkan kelelahan yang bergelayut di dalam raga
mereka, tak ada yang mampu mematahkan semangat diantara pemuda-pemudi itu, di
atas kaki bukit mereka berhimpun menyatukan tekad, dibawah rindang nan hangat
menyejukkan mereka menadahkan tangan, menundukkan pandangan seraya memohon
harap agar perjalanan dimudahkan nantinya, kini mereka siap melangkah, Langkah
awal yang selalu di iringi dengan senyum penuh ceria, menapaki setiap jalur-jalur
sungai, melompat di antara satu batu ke batu yang lain, menebas tingginya
ilalang-ilalang nan beduri yang siap menjadi halang rintang dalam perjalanan
menanjak tersebut.
Lelahnya badan tak menjadi alasan
untuk menyerah, cucuran keringat tak menjadi penunda untuk berhenti melangkah, selalu
terus melangkah walau peluh keringat membasahi raga, selalu terus menapak walau
medan yang terasa curam terkadang menghantam keberanian, mereka saling menjaga
agar tak terjatuh, mereka saling bergandengan tangan agar tak tertinggal,
begitulah keadaan mereka yang sedang merayap tiarap menapak di punggung gunung
tersebut, karena mereka punya cita, karena mereka punya tujuan, yang akan
tertulis dalam sejarah – sejarah peradaban manusia, biarlah Hijaunya pepohonan
dan kerasnya bongkahan batu yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka yang
terus menatap dan melangkah keatas, menggapai satu cita menyentuh satu tujuan Menaruh
satu asa di atas puncak dan memandang pesona alam menawan sebagai wujud kesyukuran
kepada Allah.SWT atas kuasa dalam penciptaan alam dan semesta ini
Salam Kemmuspala………………… :) !!!!!
Sepenggal Cerita
Salman Al Hariyadi


