Salman Al Hariyadi

"ikhlas dalam menggapai ridho Allah.swt"

Sabtu, 24 November 2012

“Pribadi Emas Yang Berkarat”


       Saat hati yang berkilau keemasan, pudar akan karat kesombongan yang menggrogoti setiap sendi-sendi pribadi yang berpotensi keemasan. manusia yang tercipta dengan segala kesempurnaannya, akan tampak cacat saat penyakit kesombongan bersemayam dalam hati ini, ketika kecerdasan dan kecantikan serta ketampanan dan kekayaan merupakan suatu kenikmatan yang menjadikan pribadi manusia berkilau layaknya emas si logam mulia. akan tetapi ketika kenikmatan itu ternoda oleh noda hitam, oleh noda-noda kesombongan, oleh prilaku ujub yang bangga akan kesombongan diri, sifat yang merendahkan kepribadian orang lain, hanya akan menjatuhkan derajat kemanusiaan di mata Sang Maha Pencipta, Karena hati yang ternoda akan memudarkan cermin kepribadian manusia, akan mengkaratkan insan berkepribadian emas.

             saya selalu memandang cerahnya langit, menikmati kehangatan mentari yang selalu bersinar dengan penuh kerendahan dan ketawadhuaan di hadapan sang pencipta-Nya. betapa  besarnya alam raya ini, betapa luasnya jagat raya ini hanya Nampak kecil dimata Allah Yang Maha Suci, lalu mengapa kita harus sombong ?? di tengah kekerdilan kita, di tengah ketidakberdayaan diri kita di hadapan Sang Maha Pencipta, lalu mengapa kita harus merendahkan orang lain ?? dengan ilmu yang hanya sebagian kecil yang di titipkan Allah SWT, Bukankah kesombongan itu hanya milik Allah SWT, Bukankah kesombongan itu selendang Allah.SWT yang menyelimuti di setiap sudut-sudut angkasa raya yang tak terjamah oleh mata manusia.

               ku teringat dengan sentilan atau perkataan seorang Dosen, yang menyentil kesombongan yang merayapi hati manusia dan merapuhkan kepribadian emasnya, dengan nasehatnya yang penuh kebijaksanaan akan pengalaman hidup yang telah ia lalui, ia berujar janganlah sombong dengan ilmu yang engkau miliki sa’at ini, karena dengan ilmu yang engkau miliki sa’at ini dapat dipresentasikan dengan 0,00000………1%, bahkan belum mencapai 1% pun, maka jadilah manusia yang memilki kepribadian rendah hati (low profile) dalam hidup ini, karena kesombongan itu adalah selendang Tuhan Yang Maha Memiliki Ilmu”. ada benarnya juga nasihat yang singkat itu, mungkin saja di umur kita yang sa’at ini, yang telah melewati putaran waktu yang mungkin tak kan terulang kembali belum tentu memiliki ilmu sebanyak 1% pun dan mungkin saja di umur kita yang sa’at ini, yang telah melewati fase-fase zaman yang tampak jelas tergores dalam wajah-wajah pribadi kita, hanya memiliki setetes ilmu dari setetes samudra ilmu yang maha luas yang di miliki Allah SWT.

          maka Sahabatku ini sekedar nasehat yang akan menasehati diriku dan dirimu dalam sebuah renungan yang dalam akan kepribadian emas seorang manusia dan keperkasaan Sang Maha Pencipta,serta kebesaran Sang Maha Cinta, dalam kelambu persaudaraan akan kewajiban kita yang saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, mohon ma’af jika ada salah kata dan kesombongan. Salam Persaudaraan



_Salman Al Hariyadi_

Kamis, 08 November 2012

"LIANG"



Kriiiiiiiiiinnnnnngggg, getar Hp terselip dikantung celanaku, pesan singkat dari seorang sahabat, berpesan agar sabar menanti, aku tersenyum tapi hatiku berkata kesal ,“sudah dua jam aku menanti dipertigaan jalan tapi mereka tak kunjung datang juga”, tapi tak apalah, bukankah orang sabar itu bersama Tuhannya, “Innallahahumasobirin” sebagai jargon penguat hatiku.



Detik jam melahap habis waktu yang bergulir, Bis yang kunanti kini dekat menghampiriku senyuman teman-temanku seakan mengucapkan selamat datang kepadaku, rasa kesal dihati hilang seiring berdesak-desakkan yang mengisi penuh setiap sudut bis yang kami tumpangi, aroma bau badanpun berdampur satu menjadikan satu semangat kebersamaan yang tidak mungkin  ku lupakan.

Yachhh Liang, Pantai Liang, menjadi tujuan kita bersama, bersama bersatu dalam aroma kegembiraan dan keceriaan, yachhh aku senang, mereka pun senang, tertawa riang dalam semangat persaudaraan.

Inilah cerita kita, kisah kita, yang kita lukis dalam kanvas cinta bertinta biru laut, diatas langit menghangatkan, berpayung rindangnya pepohonan, berlantai pasir putih menyejukkan hati


Sabtu, 13-october-2012
Salman Al Hariyadi