Salman Al Hariyadi

"ikhlas dalam menggapai ridho Allah.swt"

Minggu, 20 Februari 2011

“..KEHENDAK SANG MAHA RAJA..”

“..KEHENDAK SANG MAHA RAJA..”

Marilah Sejenak kita belajar dari kisah,dua hamba Raja yang diberikan amanah, dua hamba Raja yang memikul tugasnya

Yang pertama : ia (hamba1) disuruh diam di istana untuk melayani dan menemui para tamu Raja,dan mengenai segala kebutuhan hidupnya telah dicukupi oleh Raja.

Yang kedua : ia (hamba2) ditugaskan untuk mengelola sawah,dan masalah kebutuhan serta keperluan hidupnya mengambil dari sawah ladang dan sebagiannya harus diupetikan kepada Raja sebagai pajak !

Dua hamba Raja tersebut saling melirik ,mata kehidupan seraya merayu jiwa dengan khayal menyelimuti mata hatinya,

Yang pertama : “….. alangkah merdekanya jika dapat menetukan sikap hidup sendiri dan sekaligus menikmatinya…..”

Yang kedua berkata dalam hati : “huh………betapa tidak adilnya sang raja dalam membagi tugas,kenapa harus dia yang diam di istana ,sementara tanpa susah payah,kehidupannya telah tercukupi…..”

Kemudian tanpa sepengetahuan dan tanpa kehendak Raja ,akhirnya dua hamba mengadakan persekongkolan untuk tukar tugas.(bisa di bilang saling tukar pekerjaan laaccchh..{(^_^)}..)

Setelah ketahuan ,tentu sang Raja sangat marah kepada keduanya,karena dianggap tidak mematuhi titahnya, bentuk kemarahannya bisa bermacam-macam ,bisa-bisa keduanya dipecat dari pekerjaannya…..

Namun bagaimanakah kira-kira sikap Allah.SWT (sang maha Raja) ketika hambanya tidak patuh pada kehendaknya……?. Sebaiknya teman-teman tidak sibuk menduga-duga ,sebagai hamba yang baik,hamba Allah.SWT, yang selalu tawadhu kepada Yang Maha Tinggi dan .yang harus dilakukan hanyalah mematuhi segala ketentuan-Nya karena Dia punya kehendak untuk menentukan kehendak-Nya sesuai denga apa yang Dia kenhendaki …dan hanya Dialah Yang Maha Tahu,apa yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya ( yach,,termasuk juga menentukan rezeki,dan jodoh teman-teman hihihi)..dan tidak ada seorang pun yang dapat menduga-duga kehendak Sang Maha Raja ,Sang Maha Tinggi,….

“…Teman-teman/sahabat-sahabat yang di cintai Allah.SWT,memang sangat tinggi letaknya kebahagiaan itu…namun teman-teman harus menuju kesana ,kearah kebahagiaan yang hakiki dalam menggapai Ridho Illahi….ada orang yang berputus asa kearah-Nya lantaran disangkannya jalan menuju Ridho Illahi amat sangat sukar..padahal itu sangat mudah ,karena semua itu di mulai dari DIRI SENDIRI…{(^_^)}

Katakanlah “sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami.Dialah pelindung kami,dan hanyalah kepada Allah orang-orang beriman bertawakal”

(Q,S.At-Taubah,9: 51)

Ya Allah,daku memuji-Mu

Engkau paling berhak mendapat pujian atas keindahan pemberian-Mu

Padaku dan limpahan nikmat-Mu untukku

Betapa banyak ujian berat telah Engkau palingkan dariku

Engkau sajalah yang menjawab doaku dalam kesengsaraan,yang

Menghapuskan ketergelinciran dalam kejatuhan

Ya Allah ampinilah daku,Engkaulah yang paling pengasih dari segala yang mengasihi (As-Sajjad)

"Bersandar hanya kepada Allah..!"

Bersandar hanya kepada Allah..!

Mungkin teman-teman sering kali mendengar orang berkata,”..percayalah pada dirimu sendiri atau orang yang tidak percaya pada dirinya sendiri tidak dapat maju ,selalu ragu-ragu dan tidak dapat mencapai perkara-perkara yang besar.” Ungkapan-ungkapan ini benar untuk orang dunia ( orang dunia..??? {(#_#)} ) maksudnya untuk orang yang belum mengenal Allah ,Yang Maha Tinggi..ungkapan diatas benar juga,namun masih dalam tanda kutip….!!

Atas nama Allah kita tawakal,sebagaimana Al-Qur’an menerangkan :

Katakanlah: ”Dialah Allah Yang Maha Penyayang .kami beriman kepada –Nya dan Kepada-Nyalah kami bertawakal..” (Q.S.Al-Mulk,67: 29)

“ Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad,maka bertawakallah (serahkan) kepada Allah.sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang beserah diri (tawakal) kepada-Nya.” (Q.S.Al-Imran,3 : 159 )

Teman-teman ku yang dicintai Allah.SWT,Tawakal,berarti bersandar Kepada Allah bukan berarti pasrah dan lemah. Tanpa berusaha sedikitpun.ada sebuah true story (kisah nyata) yang mungkin bisa kita petik buah pelajaran dari kisah tersebut.

Perjuangan Thariq bin Ziyad (jendral muda) dalam membebaskan Negara tetangganya dari tangan Raja Roderick yang terpisah oleh selat kecil….tahun 710M Thariq dapat mendarat bersama tentaranya di Calpe dengan selamat…(calpe itu dimana?? {(O_o)} ) untuk mengenang jasanya,nama Calpe diubah menjadi Jabal Tariq,kemudian dikenal dengan sebutan Gibraltar.karena ekspedisi militernya hanya dilengkapi empat buah kapal perang,terpaksa 12.000 tentaranya diseberangkan bolak-balik (kapal perang atau kapal feri yach…??hihihi {(^_^)} )

Setelah serdadu terakhirnya menjejakan kaki di Gibraltar,Thariq mengeluarkan perintah yang sangat menggemparkan sejarah atau controversial di kalangan tentaranya,yaitu “BAKAR KEEMPAT KAPAL ITU SAMPAI MUSNAH”,perintahnya

Lalu di puncak bukit , Thariq bin Ziyad berpidato kepada segenap anak buahnya

“ ..wahai saudara-saudaraku seiman ,saksikanlah kapal-kapalmu sudah menjadi tumpukan bangkai dan lautan ada di belakang lain ,musuh ada di depan kalian ,kemanakah kalian akan lari ?? Demi Allah,yang Kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran .ketahuilah bahwa dipulau ini kalian lebih terlantar dari pada anak yatim yang ada dilingkungan orang-orang hina,Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan senjata mereka.Kekuatan mereka sangat besar (100.000 tentara Roderick) .kalian boleh pilih salah satu : Melarikan diri tapi terbenam dalam lautan sebagai pengecut atau maju kedepan menghadapi mereka.Mungkin kalian bakal terinjak-injak sepatu musuh dan terlumat-lumat dimakan keganasan perang ,tetapi kalian gugur sebagai syuhada …HANYA KEPADA ALLAH KITA BERSANDAR..Allah bersama kita (wahuwa ma’akum ‘ainamaa kuntum) .Allahu Akbar..”

Demikianlah secara ringkasnya pidato terkenal ini dikumandangkan oleh sseorang panglima perang islam ketika hendak menaklukkan negeri Andalusia (Spanyol).

Teman-temanku yang di liputi cinta dari yang Maha Cinta, Thariq bin Ziyad adalah seorang perwira bercita-cita besar,bersemangat tinggi ,selalu berbaik sangka terhadap Allah SWT ,sehingga beliau jauh dari rasa putus asa ,dan tidak ragu akan janji Allah serta penuh keyakinan pada pertolongan Allah SWT dengan kesadaran yang tinggi Beliau bersandar kepada Allah SWT,Akhirnya islam Berjaya di Andalusia (Spanyol) ,sejak dakwah islam ditancapkan Thariq bin Ziyad di bumi Andalusia dan banyak melahirkan ulama –ulama besar seperti Imam malik,Ibnu Arabi dan lain-lain…. Semoga teman-teman bisa mengambil hikmah dari perjuangan Thariq.. {(^_^)}

Semoga Allah ,zat pemilik nama-nama yang agung membentengi denga benteng yang kokoh kepada siapapun yang mengamalkan sikap tawakal dan ketergelinciran berputus asa dari rahmat Allah,….{(^_^)}