Salman Al Hariyadi

"ikhlas dalam menggapai ridho Allah.swt"

Rabu, 12 Oktober 2011

“CINTA itu nikmat dari Allah SWT"


Salah satu yang paling banyak disebut ,disanjung , dan didambakan adalah kata cinta, tetapi semakin disebut , semakin sadarlah bahwa kita berjumpa dengan persoalan yang sulit untuk didefinisikan.. (????)

Untaian kalimat seolah tidak pernah mewakili tentang kata cinta ini , mungkin karena hal itu menyangkut suasana batin seseorang yang mungkin dirasa tidak sama satu sama lainnya. Atau menyangkut rasa yang paling dalam ,sehingga sulit untuk mendapatkan bentuk yang total dari suasana batin tersebut

Cinta melampaui dunia empiris ,dia hidup bergejolak penuh dengan imajnasi , penuh harap dan kerinduanyang mendalam, cinta adalah nikmat yang paling luhur yang di anugrahkan Allah.SWT ,(Yang Maha Cinta) kepada setiap makhluk , tanpa cinta hancurlah eksistensi makhluk.

Cinta manusia adalah cinta yang berkembang , bukan instinct tetapi disadari ( I know what I do ) bahkan manusia memanipulasi cintanya sedemikian rupa shingga bebrbuahkan berbagai kreativitas.

KESIMPULANnya : “ dengan kata lain cinta adalah energy , sumber kekuatan,dari dalam diri, sebuah nikmat Allah SWT yang teramat mulia”

"SENYUMLAH"



“ Janganlah meremehkan suatu kebajikan sedikitpun walau hanya sekedar menyambut kawan dengan muka yang manis ”

Kalau saja manusia memahami, betapa kebahagiaan yang sejati itu terletak dalam upaya kita membahagiakan orang lain, bibit penyaki hati sepertit, egois, aniayah, dan individuallistispun pasti dpat dihindari.

Sahabatq,..Islam mengajarkan bahwa setiap amal ada yang diperhitungkan amalnya; maknanya bahwa setiap tingkahlaku atau sikap manusia itu selalu membuahkan efek tertentu bersifat reflektif. maksudnya Dalam hal ini terjadi apa yang disebut dengan hukum kasualitas atau yang disebut hokum sebab akibat, orang yang menanam pohon apel sudah barang tentu akan memetik buah yang sama tidak mungkin dia akan memetik buah durian. Begitu tingginya penghargaan islam akan amal sholeh ,sehingga memberikan muka manis ,senyuman sekalipun merupakan tatanan ibadah

“dan senyuman untuk saudaramu itu adalah sadaqoh” (H.R.Ibnu Hiban)

Alangkah indahnya dunia ini , apabila dihiasi dengan senyuman sebaliknya betapa suramnya apabila disekitar kita , hanyalah wajah-wajah yang masam , angker , dan mahal senyum. Walaupun demikian, berbuat senyum pada sesama saudara muslim (khususnya) dan manusia (umumnya) bukanlah pekerjaan yang mudah , sebab dibutuhkan energy dari dalam …..(????) bisa dikatakan ada semacam energy yang dituntut dari hati nurani seseorang.seperti ketulusan. Keikhlasan dan Cinta

Senyuman yang dituntut islam adalah senyuman yang tumbuh dari qolbu , bukan sesuatu yang dimanipulasi tetapi merupakan sesuatu yang melekat pada fitrah identitas sebagai muslim, bukan keterpaksaan atau sekedar basa-basi saja .

Contonya begini…….

Betapa sulitnya untuk menjadi seorang Murabbi, mentor, atau Guru, karena ilmu dan kemampuan saja tidak cukup,tetapi seorang murabbi,mentor,dan guru, dituntut sikap mental serta kemampuannya melakukan interpersonal comunication yang tinggi dan salah satu cirri khasnya yang melekat adalah totalitas keperibadiannya. Totalitas kepribadian tidak identik dengan kecantikan, dan ketampanan. Walaupun anda cantik atau tampan seperti pemenang kontes putri atau pengeran #@???*!!!! Tetapi bibir anda keriting dan layu ( hhihihihi {(^_^)} maksudnya manyun dan cemberut) mana mungkin mutarabbi,anak didik,atau siswa anda mau akrab…..hihihi atau sahabat kita mau dekat ……

Sahabatq,maka senyumlah, senyumlah kepada orang-orang yang anda cintai,yang anda sayangi seperti(ibu,bapak,nenek,kakek,paman,bibi,suami,istri,anak,kawan lawan,kakak,adik,sahabat ……) karena senyuman adalah ungkapan cinta,karena senyuman adalah ungkapan rasa perhatian,senyuman dapat menyambung tali silahturahmi bahkan mengeratkannya,kalau islam menjadikan senyuman itu ibadah, dan apabila menjadi seorang muslim itu dituntut kepribdian luhur, lantas alsan apalagi untuk tidak peduli dengan ajaran islam.

Memang banyak sih, tipe senyuman itu….{(^_^)}, ada senyum diplomat, senyum salesman yang mencari order, senyum sakit, senyum protokoler gaya bell boy di hotel bintang lima***** pokoknya macam-macamlah senyuman itu,, TETAPI islam mengajarkan bagaimanapun bentuk senyuman itu, hendaknya keluar dari hati yang tulus dan ikhlas.

Salman al hariyadi