Salman Al Hariyadi

"ikhlas dalam menggapai ridho Allah.swt"

Rabu, 12 Oktober 2011

“CINTA itu nikmat dari Allah SWT"


Salah satu yang paling banyak disebut ,disanjung , dan didambakan adalah kata cinta, tetapi semakin disebut , semakin sadarlah bahwa kita berjumpa dengan persoalan yang sulit untuk didefinisikan.. (????)

Untaian kalimat seolah tidak pernah mewakili tentang kata cinta ini , mungkin karena hal itu menyangkut suasana batin seseorang yang mungkin dirasa tidak sama satu sama lainnya. Atau menyangkut rasa yang paling dalam ,sehingga sulit untuk mendapatkan bentuk yang total dari suasana batin tersebut

Cinta melampaui dunia empiris ,dia hidup bergejolak penuh dengan imajnasi , penuh harap dan kerinduanyang mendalam, cinta adalah nikmat yang paling luhur yang di anugrahkan Allah.SWT ,(Yang Maha Cinta) kepada setiap makhluk , tanpa cinta hancurlah eksistensi makhluk.

Cinta manusia adalah cinta yang berkembang , bukan instinct tetapi disadari ( I know what I do ) bahkan manusia memanipulasi cintanya sedemikian rupa shingga bebrbuahkan berbagai kreativitas.

KESIMPULANnya : “ dengan kata lain cinta adalah energy , sumber kekuatan,dari dalam diri, sebuah nikmat Allah SWT yang teramat mulia”

"SENYUMLAH"



“ Janganlah meremehkan suatu kebajikan sedikitpun walau hanya sekedar menyambut kawan dengan muka yang manis ”

Kalau saja manusia memahami, betapa kebahagiaan yang sejati itu terletak dalam upaya kita membahagiakan orang lain, bibit penyaki hati sepertit, egois, aniayah, dan individuallistispun pasti dpat dihindari.

Sahabatq,..Islam mengajarkan bahwa setiap amal ada yang diperhitungkan amalnya; maknanya bahwa setiap tingkahlaku atau sikap manusia itu selalu membuahkan efek tertentu bersifat reflektif. maksudnya Dalam hal ini terjadi apa yang disebut dengan hukum kasualitas atau yang disebut hokum sebab akibat, orang yang menanam pohon apel sudah barang tentu akan memetik buah yang sama tidak mungkin dia akan memetik buah durian. Begitu tingginya penghargaan islam akan amal sholeh ,sehingga memberikan muka manis ,senyuman sekalipun merupakan tatanan ibadah

“dan senyuman untuk saudaramu itu adalah sadaqoh” (H.R.Ibnu Hiban)

Alangkah indahnya dunia ini , apabila dihiasi dengan senyuman sebaliknya betapa suramnya apabila disekitar kita , hanyalah wajah-wajah yang masam , angker , dan mahal senyum. Walaupun demikian, berbuat senyum pada sesama saudara muslim (khususnya) dan manusia (umumnya) bukanlah pekerjaan yang mudah , sebab dibutuhkan energy dari dalam …..(????) bisa dikatakan ada semacam energy yang dituntut dari hati nurani seseorang.seperti ketulusan. Keikhlasan dan Cinta

Senyuman yang dituntut islam adalah senyuman yang tumbuh dari qolbu , bukan sesuatu yang dimanipulasi tetapi merupakan sesuatu yang melekat pada fitrah identitas sebagai muslim, bukan keterpaksaan atau sekedar basa-basi saja .

Contonya begini…….

Betapa sulitnya untuk menjadi seorang Murabbi, mentor, atau Guru, karena ilmu dan kemampuan saja tidak cukup,tetapi seorang murabbi,mentor,dan guru, dituntut sikap mental serta kemampuannya melakukan interpersonal comunication yang tinggi dan salah satu cirri khasnya yang melekat adalah totalitas keperibadiannya. Totalitas kepribadian tidak identik dengan kecantikan, dan ketampanan. Walaupun anda cantik atau tampan seperti pemenang kontes putri atau pengeran #@???*!!!! Tetapi bibir anda keriting dan layu ( hhihihihi {(^_^)} maksudnya manyun dan cemberut) mana mungkin mutarabbi,anak didik,atau siswa anda mau akrab…..hihihi atau sahabat kita mau dekat ……

Sahabatq,maka senyumlah, senyumlah kepada orang-orang yang anda cintai,yang anda sayangi seperti(ibu,bapak,nenek,kakek,paman,bibi,suami,istri,anak,kawan lawan,kakak,adik,sahabat ……) karena senyuman adalah ungkapan cinta,karena senyuman adalah ungkapan rasa perhatian,senyuman dapat menyambung tali silahturahmi bahkan mengeratkannya,kalau islam menjadikan senyuman itu ibadah, dan apabila menjadi seorang muslim itu dituntut kepribdian luhur, lantas alsan apalagi untuk tidak peduli dengan ajaran islam.

Memang banyak sih, tipe senyuman itu….{(^_^)}, ada senyum diplomat, senyum salesman yang mencari order, senyum sakit, senyum protokoler gaya bell boy di hotel bintang lima***** pokoknya macam-macamlah senyuman itu,, TETAPI islam mengajarkan bagaimanapun bentuk senyuman itu, hendaknya keluar dari hati yang tulus dan ikhlas.

Salman al hariyadi

Senin, 08 Agustus 2011

{(^_^)} TILAWAH YUKK !! {(^_^)}


Kalau kamu lelah, cobalah tilawah

Kalau kamu resah,segeralah tilawah

Kalau kamu gelisah,hilangkan dengan tilawah

Kalau kamu susah ,mulailah tilawah

Kalau kamu gundah ,jangan lupa tilawah

Kalau badanmu lemah,kuatkan dengan tilawah

Kalau imanmu tergugah ,lakukan tilawah

Kalau jiwamu gerah,perbanyak tilawah

Kalau matamu basah, segera tilah

Kalau pikiranmu cerah, cepatlah tilawah

Kalau hatimu patah, teruslah tilawah

Kalau kamu marah, redakan dengan tilawah

Kalau kamu merasa gagah , jangan lupa tilawah

Kalau kamu kalah, harus banyak tilawah

Kalau kamu tidak mau kalah ,harus makin banyak tilawah

Kalau kamu tabah, seringlah tilawah

Kalau tanganmu tengadah ,mulailah tilawah

Kalau kakimu melangkah .latunkan tilawah

Kalau hatimu berseri bak bunga merekah seringlah tilawah

Kalau perasaanmu begitu indah ,segeralah tilawah

Kalau ingin anak-anak salih salihah ,ajari tilawah

Kalau ingin rejeki melimpah,rajinlah tilawah

Kalau ingin hidup penuh berkah,rutinkan tilawah

Kalau ingin mengunjugi ka’bah, latunkan tilawah

Kalau anganmu tengah membuncah ,perbanyak tilawah

Kalau kamu malas tilawah ,paksalah untuk tilawah

Kalau kamu rajin tilawah, lanjutkan terus tilawah.

KALAU KAMU TILAWAH

ITULAH

JALAN MENUJU JANNAH {(^_^)}

Kamis, 04 Agustus 2011

"Ciri-Ciri Penduduk Surga {(^_^)}"

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan surga bagi hamba-hamba yang beriman dan menciptakan neraka bagi orang-orang kafir. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada nabi dan rasul akhir zaman, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.

Berikut ini adalah sebagian ciri-ciri dan karakter orang-orang yang dijanjikan oleh Allah mendapatkan surga beserta segala kenikmatan yang ada di dalamnya, yang sama sekali belum pernah terlihat oleh mata, belum terdengar oleh telinga, dan belum terlintas dalam benak manusia. Semoga Allah menjadikan kita termasuk di antara penduduk surga-Nya.

1. Beriman dan beramal salih

Allah ta’ala berfirman,
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih bahwasanya mereka akan mendapatkan balasan berupa surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai…” (Qs. al-Baqarah: 25)
Ibnu Abi Zaid al-Qairawani rahimahullah mengatakan,
“Iman adalah ucapan dengan lisan, keikhlasan dengan hati, dan amal dengan anggota badan. Ia bertambah dengan bertambahnya amalan dan berkurang dengan berkurangnya amalan. Sehingga amal-amal bisa mengalami pengurangan dan ia juga merupakan penyebab pertambahan -iman-. Tidak sempurna ucapan iman apabila tidak disertai dengan amal. Ucapan dan amal juga tidak sempurna apabila tidak dilandasi oleh niat -yang benar-. Sementara ucapan, amal, dan niat pun tidak sempurna kecuali apabila sesuai dengan as-Sunnah/tuntunan.” (Qathfu al-Jani ad-Dani karya Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad, hal. 47)
al-Baghawi rahimahullah menyebutkan riwayat dari Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu bahwa yang dimaksud amal salih adalah mengikhlaskan amal. Maksudnya adalah bersih dari riya’. Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu mengatakan, “Amal salih adalah yang di dalamnya terdapat empat unsur: ilmu, niat yang benar, sabar, dan ikhlas.” (Ma’alim at-Tanzil [1/73] as-Syamilah)

2. Bertakwa

Allah ta’ala berfirman,
“Bagi orang-orang yang bertakwa terdapat balasan di sisi Rabb mereka berupa surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, begitu pula mereka akan mendapatkan istri-istri yang suci serta keridhaan dari Allah. Allah Maha melihat hamba-hamba-Nya.” (Qs. Ali Imran: 15)
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menguraikan jati diri orang bertakwa. Mereka itu adalah orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka. Mereka menjaga diri dari siksa-Nya dengan cara melakukan apa saja yang diperintahkan Allah kepada mereka dalam rangka menaati-Nya dan karena mengharapkan balasan/pahala dari-Nya. Selain itu, mereka meninggalkan apa saja yang dilarang oleh-Nya juga demi menaati-Nya serta karena khawatir akan tertimpa hukuman-Nya (Majalis Syahri Ramadhan, hal. 119 cet Dar al-’Aqidah 1423 H).

Termasuk dalam cakupan takwa, yaitu dengan membenarkan berbagai berita yang datang dari Allah dan beribadah kepada Allah sesuai dengan tuntunan syari’at, bukan dengan tata cara yang diada-adakan (baca: bid’ah). Ketakwaan kepada Allah itu dituntut di setiap kondisi, di mana saja dan kapan saja. Maka hendaknya seorang insan selalu bertakwa kepada Allah, baik ketika dalam keadaan tersembunyi/sendirian atau ketika berada di tengah keramaian/di hadapan orang (lihat Fath al-Qawiy al-Matin karya Syaikh Abdul Muhsin al-’Abbad hafizhahullah, hal. 68 cet. Dar Ibnu ‘Affan 1424 H)
an-Nawawi rahimahullah menjelaskan, salah satu faktor pendorong untuk bisa menumbuhkan ketakwaan kepada Allah adalah dengan senantiasa menghadirkan keyakinan bahwasanya Allah selalu mengawasi gerak-gerik hamba dalam segala keadaannya (Syarh al-Arba’in, yang dicetak dalam ad-Durrah as-Salafiyah, hal. 142 cet Markaz Fajr dan Ulin Nuha lil Intaj al-I’lami)

Syaikh as-Sa’di rahimahullah memaparkan bahwa keberuntungan manusia itu sangat bergantung pada ketakwaannya. Oleh sebab itu Allah memerintahkan (yang artinya), “Bertakwalah kepada Allah, mudah-mudahan kamu beruntung. Dan jagalah dirimu dari api neraka yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Qs. Ali Imron: 130-131). Cara menjaga diri dari api neraka adalah dengan meninggalkan segala sesuatu yang menyebabkan terjerumus ke dalamnya, baik yang berupa kekafiran maupun kemaksiatan dengan berbagai macam tingkatannya. Karena sesungguhnya segala bentuk kemaksiatan -terutama yang tergolong dosa besar- akan menyeret kepada kekafiran, bahkan ia termasuk sifat-sifat kekafiran yang Allah telah menjanjikan akan menempatkan pelakunya di dalam neraka. Oleh sebab itu, meninggalkan kemaksiatan akan dapat menyelamatkan dari neraka dan melindunginya dari kemurkaan Allah al-Jabbar. Sebaliknya, berbagai perbuatan baik dan ketaatan akan menimbulkan keridhaan ar-Rahman, memasukkan ke dalam surga dan tercurahnya rahmat bagi mereka (Taisir al-Karim ar-Rahman [1/164] cet Jum’iyah Ihya’ at-Turots al-Islami)

Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah mengimbuhkan, bahwa tercakup dalam ketakwaan -bahkan merupakan derajat ketakwaan yang tertinggi- adalah dengan melakukan berbagai perkara yang disunnahkan (mustahab) dan meninggalkan berbagai perkara yang makruh, tentu saja apabila yang wajib telah ditunaikan dan haram ditinggalkan (Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 211 cet Dar al-Hadits 1418 H)

Ibnu Rajab rahimahullah menyebutkan riwayat dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu, Mu’adz ditanya tentang orang-orang yang bertakwa. Maka beliau menjawab, “Mereka adalah suatu kaum yang menjaga diri dari kemusyrikan, peribadahan kepada berhala, dan mengikhlaskan ibadah mereka hanya untuk Allah.” al-Hasan mengatakan, “Orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang menjauhi perkara-perkara yang diharamkan Allah kepada mereka dan menunaikan kewajiban yang diperintahkan kepada mereka.” Umar bin Abdul Aziz rahimahullah juga menegaskan bahwa ketakwaan bukanlah menyibukkan diri dengan perkara yang sunnah namun melalaikan yang wajib. Beliau rahimahullah berkata, “Ketakwaan kepada Allah bukan sekedar dengan berpuasa di siang hari, sholat malam, dan menggabungkan antara keduanya. Akan tetapi hakikat ketakwaan kepada Allah adalah meninggalkan segala yang diharamkan Allah dan melaksanakan segala yang diwajibkan Allah. Barang siapa yang setelah menunaikan hal itu dikaruni amal kebaikan maka itu adalah kebaikan di atas kebaikan.” Thalq bin Habib rahimahullah berkata, “Takwa adalah kamu melakukan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah karena mengharapkan pahala dari Allah, serta kamu meninggalkan kemaksiatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah karena takut hukuman Allah.” (dinukil dari Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 211 cet Dar al-Hadits 1418 H)

Pokok dan akar ketakwaan itu tertancap di dalam hati. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pada hakikatnya ketakwaan yang sebenarnya itu adalah ketakwaan dari dalam hati, bukan semata-mata ketakwaan anggota tubuh. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Yang demikian itu dikarenakan barang siapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu semua muncul dari ketakwaan yang ada di dalam hati.” (Qs. al-Hajj: 32). Allah juga berfirman (yang artinya), “Tidak akan sampai kepada Allah daging-daging dan darah-darah -hewan kurban itu-, akan tetapi yang akan sampai kepada Allah adalah ketakwaan dari kalian.” (Qs. al-Hajj: 37). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketakwaan itu sumbernya di sini.” Seraya beliau mengisyaratkan kepada dadanya (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu).” (al-Fawa’id, hal. 136 cet. Dar al-’Aqidah 1425 H)
Namun, perlu diingat bahwa hal itu bukan berarti kita boleh meremehkan amal-amal lahir, Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Petunjuk yang paling sempurna adalah petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sementara itu, beliau adalah orang yang telah menunaikan kedua kewajiban itu -lahir maupun batin- dengan sebaik-baiknya. Meskipun beliau adalah orang yang memiliki kesempurnaan dan tekad serta keadaan yang begitu dekat dengan pertolongan Allah, namun beliau tetap saja menjadi orang yang senantiasa mengerjakan sholat malam sampai kedua kakinya bengkak. Bahkan beliau juga rajin berpuasa, sampai-sampai dikatakan oleh orang bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berjihad di jalan Allah. Beliau pun berinteraksi dengan para sahabatnya dan tidak menutup diri dari mereka. Beliau sama sekali tidak pernah meninggalkan amalan sunnah dan wirid-wirid di berbagai kesempatan yang seandainya orang-orang yang perkasa di antara manusia ini berupaya untuk melakukannya niscaya mereka tidak akan sanggup melakukan seperti yang beliau lakukan. Allah ta’ala memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk menunaikan syari’at-syari’at Islam dengan perilaku lahiriyah mereka, sebagaimana Allah juga memerintahkan mereka untuk mewujudkan hakikat-hakikat keimanan dengan batin mereka. Salah satu dari keduanya tidak akan diterima, kecuali apabila disertai dengan ‘teman’ dan pasangannya…” (al-Fawa’id, hal. 137 cet. Dar al-’Aqidah 1425 H)

3. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya

Allah ta’ala berfirman,
“Barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang sangat besar.” (Qs. an-Nisa’: 13)
Allah ta’ala berfirman tentang mereka,
“Sesungguhnya ucapan orang-orang yang beriman itu ketika diseru untuk patuh kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul itu memutuskan perkara di antara mereka maka jawaban mereka hanyalah, ‘Kami dengar dan kami taati’. Hanya mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Qs. an-Nur: 51)
Allah ta’ala menyatakan,
“Barang siapa taat kepada Rasul itu maka sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.” (Qs. An-Nisaa’ : 80)
Allah ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul, ketika menyeru kalian untuk sesuatu yang akan menghidupkan kalian. Ketahuilah, sesungguhnya Allah yang menghalangi antara seseorang dengan hatinya. Dan sesungguhnya kalian akan dikumpulkan untuk bertemu dengan-Nya.” (Qs. al-Anfal: 24)
Ketika menjelaskan kandungan pelajaran dari ayat ini, Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya kehidupan yang membawa manfaat hanyalah bisa digapai dengan memenuhi seruan Allah dan rasul-Nya. Barang siapa yang tidak muncul pada dirinya istijabah/sikap memenuhi dan mematuhi seruan tersebut maka tidak ada kehidupan sejati padanya. Meskipun sebenarnya dia masih memiliki kehidupan ala binatang yang tidak ada bedanya antara dia dengan hewan yang paling rendah sekalipun. Oleh sebab itu kehidupan yang hakiki dan baik adalah kehidupan pada diri orang yang memenuhi seruan Allah dan rasul-Nya secara lahir dan batin. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar hidup, walaupun tubuh mereka telah mati. Adapun selain mereka adalah orang-orang yang telah mati, meskipun badan mereka masih hidup. Oleh karena itulah maka orang yang paling sempurna kehidupannya adalah yang paling sempurna di antara mereka dalam memenuhi seruan dakwah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya di dalam setiap ajaran yang beliau dakwahkan terkandung unsur kehidupan sejati. Barang siapa yang luput darinya sebagian darinya maka itu artinya dia telah kehilangan sebagian unsur kehidupan, dan di dalam dirinya mungkin masih terdapat kehidupan sekadar dengan besarnya istijabahnya terhadap Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (al-Fawa’id, hal. 85-86 cet. Dar al-’Aqidah)

4. Cinta dan Benci karena Allah

Allah ta’ala berfirman,
“Tidak akan kamu jumpai suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang kepada orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya meskipun mereka itu adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, maupun sanak keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang ditetapkan Allah di dalam hati mereka dan Allah kuatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya, Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Mereka itulah golongan Allah, ketahuilah sesungguhnya hanya golongan Allah itulah orang-orang yang beruntung.” (Qs. al-Mujadalah: 22)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa yang mencintai karena Allah. Membenci karena Allah. Memberi karena Allah. Dan tidak memberi juga karena Allah. Maka sungguh dia telah menyempurnakan imannya.” (HR. Abu Dawud, disahihkan al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abu Dawud [10/181] as-Syamilah)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya daripada orang tua dan anak-anaknya.” (HR. Bukhari)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ciri keimanan yaitu mencintai kaum Anshar, sedangkan ciri kemunafikan yaitu membenci kaum Anshar.” (HR. Bukhari)

5. Berinfak di kala senang maupun susah

Allah ta’ala berfirman,
“Bersegeralah menuju ampunan Rabb kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya di kala senang maupun di kala susah, orang-orang yang menahan amarah, yang suka memaafkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri mereka sendiri maka mereka pun segera mengingat Allah lalu meminta ampunan bagi dosa-dosa mereka, dan siapakah yang mampu mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka juga tidak terus menerus melakukan dosanya sementara mereka mengetahuinya.” (Qs. Ali Imron: 133-135)
Membelanjakan harta di jalan Allah merupakan ciri orang-orang yang bertakwa. Allah ta’ala berfirman,

“Alif lam mim. Ini adalah Kitab yang tidak ada keraguan padanya. Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang beriman kepada perkara gaib, mendirikan sholat, dan membelanjakan sebagian harta yang Kami berikan kepada mereka.” (Qs. al-Baqarah: 1-3)

Syaikh as-Sa’di memaparkan, infak yang dimaksud dalam ayat di atas mencakup berbagai infak yang hukumnya wajib seperti zakat, nafkah untuk istri dan kerabat, budak, dan lain sebagainya. Demikian juga ia meliputi infak yang hukumnya sunnah melalui berbagai jalan kebaikan. Di dalam ayat di atas Allah menggunakan kata min yang menunjukkan makna sebagian, demi menegaskan bahwa yang dituntut oleh Allah hanyalah sebagian kecil dari harta mereka, tidak akan menyulitkan dan memberatkan bagi mereka. Bahkan dengan infak itu mereka sendiri akan bisa memetik manfaat, demikian pula saudara-saudara mereka yang lain. Di dalam ayat tersebut Allah juga mengingatkan bahwa harta yang mereka miliki merupakan rezki yang dikaruniakan oleh Allah, bukan hasil dari kekuatan mereka semata. Oleh sebab itu Allah memerintahkan mereka untuk mensyukurinya dengan cara mengeluarkan sebagian kenikmatan yang diberikan Allah kepada mereka dan untuk berbagi rasa dengan saudara-saudara mereka yang lain (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman [1/30] cet. Jum’iyah Ihya’ at-Turots al-Islami)

6. Memiliki hati yang selamat

Allah ta’ala berfirman,
“Pada hari itu -hari kiamat- tidak bermanfaat lagi harta dan keturunan, melainkan bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (Qs. as-Syu’ara: 88-89)
Abu Utsman an-Naisaburi rahimahullah mengatakan tentang hakikat hati yang selamat, “Yaitu hati yang terbebas dari bid’ah dan tenteram dengan Sunnah.” (disebutkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya [6/48] cet Maktabah Taufiqiyah)

Imam al-Baghawi rahimahullah mengatakan bahwa hakikat hati yang selamat itu adalah, “Hati yang bersih dari syirik dan keragu-raguan. Adapun dosa, maka tidak ada seorang pun yang bisa terbebas darinya. Ini adalah pendapat mayoritas ahli tafsir.” (Ma’alim at-Tanzil [6/119], lihat juga Tafsir Ibnu Jarir at-Thabari [19/366] as-Syamilah)
Imam al-Alusi rahimahullah juga menyebutkan bahwa terdapat riwayat dari para ulama salaf seperti Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, Ibnu Sirin, dan lain-lain yang menafsirkan bahwa yang dimaksud hati yang selamat adalah, “Hati yang selamat dari penyakit kekafiran dan kemunafikan.” (Ruh al-Ma’ani [14/260] as-Syamilah)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Pengertian paling lengkap tentang makna hati yang selamat itu adalah hati yang terselamatkan dari segala syahwat yang menyelisihi perintah Allah dan larangan-Nya. Hati yang bersih dari segala macam syubhat yang bertentangan dengan berita dari-Nya. Oleh sebab itu, hati semacam ini akan terbebas dari penghambaan kepada selain-Nya. Dan ia akan terbebas dari tekanan untuk berhukum kepada selain Rasul-Nya…” (Ighatsat al-Lahfan, hal. 15 cet. Dar Thaibah)

Syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan, “Hati yang selamat artinya yang bersih dari: kesyirikan, keragu-raguan, mencintai keburukan, dan terus menerus dalam bid’ah dan dosa-dosa. Konsekuensi bersihnya hati itu dari apa-apa yang disebutkan tadi adalah ia memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengannya. Berupa keikhlasan, ilmu, keyakinan, cinta kebaikan dan memandang indah kebaikan itu di dalam hati, dan juga kehendak dan kecintaannya pun mengikuti kecintaan Allah, hawa nafsunya tunduk mengikuti apa yang datang dari Allah.” (Taisir al-Karim ar-Rahman hal. 592-593 cet. Mu’assasah ar-Risalah)

Ibnul Qayyim rahimahullah juga menjelaskan karakter si pemilik hati yang selamat itu, “… apabila dia mencintai maka cintanya karena Allah. Apabila dia membenci maka bencinya karena Allah. Apabila dia memberi maka juga karena Allah. Apabila dia mencegah/tidak memberi maka itupun karena Allah…” (Ighatsat al-Lahfan, hal. 15 cet. Dar Thaibah)

Demikianlah sahabt-sahabtku {(^_^)} sekelumit yang bisa dituangkan dalam lembaran ini. Semoga bermanfaat bagi yang menulis, membaca maupun yang menyebarkannya. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Source: http://islam-download.net/artikel-islami/ciri-ciri-penduduk-surga.html#ixzz1IixKOsvZ

"Ukhti... Berjilbablah"


Ukhti... Berjilbablah... Masihkah Ini yang Kau Ucapkan ”Insya Allah, yang penting hati dulu yang berjilbab.”... ? ? ?

Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya, Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab ”Insya Allah yang penting hati dulu yang berjilbab. ” Sudah banyak orang menanyakan maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga di suatu malam. Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas dipinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya.

Ia tak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.

“Assalamu'alaikum, saudariku....”
“Wa'alaikum salam. Selamat datang saudariku”
“Terima kasih. Apakah ini surga?”
Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan, saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga ”
“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini. ”
Wanita itu tersenyum lagi ”Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku ?”
“Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah. ”
“Alhamdulillah..”
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di Taman mulai memasukinya satu-persatu.
“Ayo kita ikuti mereka” kata wanita itu setengah berlari.
“ Apa di balik pintu itu?” Katanya sambil mengikuti wanita itu
“ Tentu saja surga saudariku” larinya semakin cepat
“ Tunggu..tunggu aku..”

dia berlari namun tetap tertinggal Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenym kepadanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak

“Amalan apa yang telah kau lakukan hingga engkau begitu ringan ?”
“Sama dengan engkau saudariku.” jawab wanita itu sambil tersenyum
Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu.
“ Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan ?”
Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata
“Apakah kau tak memperhatikan dirimu, apa yang membedakan dengan diriku ?”
Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.
“ Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke Surga-NYa tanpa jilbab menutup auratmu ?”

Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata

”Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai hatimu karena niatmu adlah menghijabi hati.”

Ia tertegun..lalu terbangun..beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan shalat malam. Menangis dan menyesali perkataanya dulu.. berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.

Sumber :
http://www.facebook.com/notes/laila-lyra-al-banjari/ukhti-berjilbablah-masihkah-ini-yang-kau-ucapkan-insya-allah-yang-penting-hati-d/476150587504

Selasa, 21 Juni 2011

"7 Arahan Ustadz Hilmi aminudin

Situasi yang kita hadapi sekarang adalah mata rantai dari ujian-ujian dakwah sebelumnya. Adalah sunatullah bahwa akan ada terus rekayasa untuk mengkerdilkan dakwah. Namun yang penting adalah bagaimana kemampuan kita untuk membuktikan dengan kerja nyata.

Kita sebagai dai dan daiyah diperintahkan oleh Allah SWT jika menghadapi sesuatu yang sulit, yang menghimpit, cepat kembali kepada Allah (fafirruu ilallah..). Kemudian selesaikan dengan mentadabburi konsep Allah. “Afala yatadabbarunal Qur’an am ‘ala quluubin aqfaluha.”

Dari tadabur ayat-ayat Allah ini, maka dalam menghadapi berbagai masalah, ancaman dan makar, maka kita harus memiliki bekalan-bekalan yakni:

(1) Atsbatu mauqifan (menjadi orang yang paling teguh pendirian/paling kokoh sikapnya)

• At-Tsabat (keteguhan) adalah tsamratus shabr (buah dari kesabaran).
• Famaa wahanuu lima ashobahum fii sabiilillahi waaa dhoufu wamastakanuu…
• “…mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar…” (3:146)
• Keteguhan itu membuat kita tenang, rasional, obyektif dan mendatangkan kepercayaan Allah untuk memberikan kemenangan kepada kita.
• Keteguhan sikap kadang-kadang menimbulkan kekerasan oleh karenanya perlu diimbangi dengan yang kedua.

(2) Arhabu shadran (paling berlapang dada)

• Bukan paling banyak mengelus dada.
• Silakan bicara tetapi silakan buktikan.
• Jika tidak ada lapang dada akan timbul kekakuan.

(3) A’maqu fikran (pemikiran yang mendalam)

• Mendalami apa yang terjadi.
• Jangan terlarut pada fenomena, tetapi lihatlah ada apa di balik fenomena tsb.
• Ketika kita merespon pun akan objektif.
• Respon-respon kita objektif, terukur, mutawazin (seimbang).
• Pemikiran yang mendalam kadang-kadang membuat kita terjebak pada hal yang sektoral, maka harus segera diimbangi pula dengan yang bekal keempat:

(4) Ausa’u nazharan (pandangan yang luas)

• Temuan sektoral perlu dicari.

(5) Ansyathu amalan (paling giat dalam bekerja)

• Sambil merespon sesuai dengan kebutuhan tetap kita harus giat bekerja.
• Orang-orang tertentu saja yang menangani, selebihnya harus terus bergerak dalam kerangka amal jamai. Energi kita harus prioritas untuk membangun negeri.
• Bekerja untuk Indonesia di segala sektor, struktur sampai tingkat desa, dan kader-kader yang mendapat amanah di pemerintahan. Fokuskan semua bekerja.

(6) Ashlabu tanzhiman (paling kokoh strukturnya)

• Kita jamaah manusia, ada kekurangan, ada kesalahan. Kita harus rajin membersihkannya. Seorang muslim ibarat orang yang tinggal di pinggir sungai dan mandi lima kali sehari. Jika sudah begitu, pertanyaannya: “Masih adakah daki-daki kita?”
• Allah berfirman “wa qul jaal haq wa zahaqal bathil”. Secara fitrah jika al Haq muncul, maka kebatilan akan lenyap, oleh karena itu teruslah hadirkan al Haq dan mobilisir potensi kebaikan. Jika kita lengah mendzohirkan al-haq maka kebatilan yang tadinya marjinal akan tampil dan al-haq terbengkalai.
• Hidup berjamaah adalah untuk memobilisir potensi-potensi kebaikan.

(7) Aktsaru naf’an (paling banyak manfaatnya)

• Khoirunnas anfa’uhum linnas.
• Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.
• Buktikan bahwa jamaah ini banyak manfaatnya sehingga berhak mendatangkan pertolongan Allah dan pertolongan kaum Mukminin.

Jika tujuh hal itu dilakukan untuk menghadapi tantangan dan rekayasa, insya Allah dakwah ini akan semakin kokoh dan semakin diterima untuk menghadirkan kebajikan-kebajikan yang diharapkan oleh seluruh bangsa.

*Disampaikan dalam Acara DPW PKS Jabar di Lembang, 19 Maret 2011

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Jumat, 10 Juni 2011

JANGAN PERNAH MINDER KARENA ORANG TUA


Sahabatku,mungkin ini bukan lagi sekedar Dongeng seperti malin kundang,ketika kita malu karena keadaan ibu kita,atau resah karena keadaan sang ayah ,malu sebab tuidak punya ilmu ,resah larena tidak memiliki hidup yang Waaaaahhh {(^_^)}…

Seorang anak bisa jadi malu memperkenalkan orang tuanya, karena ibu bapaknya itu bukan orang berada, berpendidikan rendah ,berpekerjaan yang kurang mentereng,atau apapun juga,padahal orangtuanyalah yang melahirkan dan membesarkan mereka ,bahkan menyekolahkan hingga ia dapat diwisuda sebagai sarjana ,atau merasa enggan ,kalau orang lain tahu tentang orang tuanya karena orang tuanya Cuma seorang petani atau nelayan, sungguh keminderan yang menyedihkan.

Banyak terjadi seorang anak tidak berani mengembangkan diri karena keadaan orang tua yang ala kadarnya , ia menjadi tidak berminat berorganisasi karena minder oleh orang lain yang anak pejabat,ia pun lebih suka mengurung diri ,tidak mau bergabung dengan majelis tak’lim karena punya bapak penjudi ,,hihihi misalnya {(^_^)}

Sahabatku ,keadaan ini tentulah mengakibatkan rugi dua kali ,pertama sikap minder tidak menolong keadaan orang tua kita ,kedua, keadaan mindeer tersebut mengakibatkan keadaan diri kita menjadi lebih buruk daripada keadaan orang tua kita ,akhinya yach dua keburukanlah yang diperoleh,yaitu tidak membuat orang tua bahagia dan mungkin malah menyusahkan kita serta menzalimi diri sendiri dengan menutup peluang dan potensi diri.

Contoh terbaik bagaimana keadaan orang tua bukanlah alasan untuk minder adalah perilaku seorang kekasih Allah.swt,yaitu Nabi Ibrahim a.s ,ayah beliau adalah seorang pembuat berhala ,Allahpun benci kepadanya,namun tidak membuat Nabi Ibrahim a.s putus asa ,lantas enggan mendekati Tuhannya ,justru Ibrahim gigih mencari kebenaran.

Tiada putusnya ia melakukan kebaikan bahkan ia rela tubuhnya dibakar oleh Namrudz,sang pemuja berhala ,sekalipun ayahnya seorang ahli maksiat,Ibrahim meraih kedudukan yang tinggi disisi Allah. “Ibrahim Adalah kekasihku” demikianlah Allah.swt memujinya dalam Al-qur,an,jadi sungguh tidak ada alasan bagi kita untuk minder karena keadaan orang tua kita,apabila orang tua kita miskin ,berusahalah berjuang untuk meningkat kesejahteraannya

Sahabatku {(^_^)} Apabila ayah dan ibu miskin ilmu,adalah suatu kemuliaan kita mengajarinya dengan cara terbaik ,andai mereka pernah punya bahkan penuh dengan dosa ,pintu ampunan bagi Allah terbuka lebar,apa sulitnya bagi Allah mengampuni ?,disinilah tugas kita buat membimbing ,menunjukan mana yang benar,mendoakan mereka semoga Allah.swt ,member taufik dan hidayah.

partai Allah & partai syetan


Nah sekarang saya mau sedikit membahas masalah partai,yach walaupun saya ini bukanlah seorang politikus handal….hihihi {(^_^)}, tetapi saya sangat mendukung bagi para wali rakyat yang mau bekerja untuk Indonesia,bekerja untuk rakyat,bekerja dengan hati yang ikhlas,karena mengharap Ridho kepada Allah.swt,

Nah istilah partai sesungguhnya tidak hanya dikenal dalam dunia politik,tetapi juga popular dalam bidang keagamaan,.orang-orang yang menjadikan agama Allah sebagai agama mereka ,tunduk serta patuh kepada Allah ,disebut oleh Al-Qur’an sebagai orang yang ikut partai Allah (Hizb Allah) ,tapi sebaliknya bagi orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya disebut sebagai partai syaitan (Hizb Asy Syaitan)

Sayyid Quthub ,pengarang Tafsir Fi Zhilalil Qur’an,memberikan ulasan cukup panjang tentang kedua partai baik Partai Allah atau Partai Asy Syaitan, Partai Allah memiliki prinsip-prinsip yang tak dapat ditawar-tawar terutama dalam beberapa hal berikut ini

Yang pertama, partai Allah berdasarkan Tauhid,yaitu prinsip keimanan kepada Allah dan Rasul,siapapun yang menerima asas ini ,ia boleh bergabung dengan partai Allah,disini,suku,warna kulit dan strata sosial tidak menjadi pertimbangan,jadi,partai Allah sesungguhnya bersifat sangat terbuka dan dijamin bebas dari unsur-unsur KKN {(^_^)}

Kedua ,partai Allah berdasarkan ukhuwah ,yaitu prinsip persaudaraan sejagat yang dibangun diatas dasar tauhid,persaudaraan yang tidak dibangun diatas landasan yang ,bersifat semu ,palsu dan tidak sejati yang setiap saat dapat meledak dan justru mengancam persatuan itu sendiri.

Selain dua asas tadi ,Partai Allah menurut Quthub,memiliki tiga ciri lain yang menonjol ,pertama ,partai Allah adalah Partai yang solid karena seluruh pengurus dan seluruh anggota serta pendukungnya adalah orang-orang yang tulus dalam berjuang ,kedua,Allah berjanji akan memberikan dukungan dan kekkuatan kepada partai ini ,ketiga,partai Allah pada Akhirnya adalah partai yang akan keluar sebagai pemenang
“ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung” (Q.S Al-Mujaadalah : 22)

Nah kalau Sebaliknya ,Partai Setan adalah Partai yang dibangun diatas tepi jurang kesesatan,,partai ini diprakarsai dan disponsori oleh orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya ,mereka terdiri orang-orang yang lalai dan lupa kepada Allah sehingga Allah membuat mereka lupa kepada diri mereka sendiri , karena itu partai Syaitan tidak akan pernah meraih kemenangan sejati Allah berfirman
“ketahuilah ,sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi” (Q.S Al-Mujaadalah : 19)

Partai Allah selalu mengibarkan bendera kebenaran dan persaudaraan maka partai Setan justru mengibarkan bendera kebatilan dan permusuhan,orang yang mendukung Partai Allah akan berada dalam naungan kebenaran ,sebaliknya ,orang yang mendukung partai setan berada dalam kibaran kebatilan dan permusuhan.hihihi…{(^_^)}

Sabtu, 21 Mei 2011

RENUNGAN: Khutbah Terakhir Rasulullah SAW

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Sahabat fillah..

Mungkin kita semua pernah mendengar khutbah ini , khutbah yg disampaikan oleh Rasulullah SAW, disini saya ingin mengingatkan kembali pada teman-teman, Semoga dengan ini kita selalu mendapat Rahmat Allah SWT Aamiin Ya Robbal Alamiin. Selamat membaca

(Khutbah ini disampaikan oleh Rasulullah s.a.w. pada 9 Dzulhijjah 10 H di lembah Uranah, Arafah)

Ya, saudara-saudaraku, perhatikan apa yang akan aku sampaikan, aku tidak tahu apakah tahun depanaku masih berada di antara kalian. Dengan itu dengarkan baik-baik apa yang ku katakan dan sampaikan ini kepada mereka yang tidak dapat hadir pada waktu ini.

Ya, saudara-saudaraku, seperti kita ketahui, bulan ini, hari ini dan kota ini adalah suci, oleh itu pandanglah kehidupan dan milik setiap orang Muslim sebagai kepercayaan yang suci.

Kembalikan barang-barang yang diamanahkan kepadamu kepada pemilik yang sebenarnya. Jangan kau lukai orang lain sebagaimana orang lain tidak melukaimu. Ingatlah bahwa kamu akan bertemu dengan Allah swt dan DIA akan memperhitungkan amalanmu dengan sebenar-benarnya. Allah swt telah melarang mu memungut riba, oleh itu mula dari sekarang ini dan untuk seterusnya kewajiban membayar riba dihapuskan.

Waspadalah terhadap syaitan, demi keselamatan agamamu. Dia telah kehilangan semua harapannya untuk membawa kalian kepada kesesatan yang nyata, tapi waspadalah agar tidak terjebak pada tipuan halusnya.

Ya, saudara-saudaraku, adalah benar kamu mempunyai hak tertentu terhadap isteri-isterimu, tapi mereka juga mempunyai hak atas dirimu. Apabila mereka mematuhi hakmu maka mereka memperoleh haknya untuk mendapat makanan dan

pakaian secara layak. Perlakukanlah isteri-isterimu dengan baik dan bersikaplah manis terhadap mereka, karena mereka adalah pendampingmu dan penolong mu yang setia. Dan adalah hakmu untuk melarang mereka berteman dengan orang-orang yang tidak kamu sukai, dan juga terlarang melakukan perzinaan.

Ya, saudara-saudaraku, dengarkanlah baik-baik, sembahlah Allah, solat 5 kali dalam sehari, laksanakan puasa selama bulan Ramadhan, dan tunaikanlah zakat, serta laksanakan ibadah Haji bila mampu. Ketahuilah bahwa sesama Muslim adalah bersaudara. Kamu semua adalah sederajat. Tidak ada perbedaan satu terhadap yang lain kecuali ketaqwaan dan amal salih. Ingatlah,

suatu hari kamu akan menghadap Allah swt dan harus mempertanggung jawabkan semua amalanmu. Kerana itu berhati-hatilah jangan menyimpang dari jalan kebenaran setelah kepergianku nanti.

Ya, saudara-saudaraku, tidak akan ada Nabi atau Rasul sesudahku dan tidak akan ada agama lain yang lahir. Oleh itu dengarlah baik-baik ya saudaraku, Dan fahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu, bahwa aku meninggalkan dua pusaka, Al-Qur'an dan contoh-contohku sebagai As-Sunnah dan bila kalian mengikutinya tidak mungkin akan tersesat.

Siapa yang mendengarkan perkataanku ini wajib menyampaikannya kepada

yang lain dan seterusnya dan mungkin yang terakhir memahami kata-kata ku ini akan lebih baik dari yang langsung mendengarkan. Demi Allah aku bersaksi bahawa aku telah menyampaikan ajaran-Mu kepada umatku ya Allah.

SILA SAMPAIKAN MESEJ INI KEPADA SAUDARA KITA YANG LAIN DAN SEMOGA ALLAH SWT AKAN MEMBERIKAN RAHMAT-NYA. AMIN YA RABBAL ALAMIN.


Barakallahu fiikum ^_^

Senin, 25 April 2011

"Wong Fei Hung"

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China . Dalam filem itu, karakter Wong Fei Hung dimainkan oleh aktor terkenal Hong Kong , Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Perubatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga imej kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu penrubatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik perubatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu perubatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pesakit klinik keluarga Wong yang meminta bantuan perubatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar kos perubatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pesakit yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah memilih bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pilih kasih. Secara rahsia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch'in yang rasuah dan penindas. Dinasti Ch'in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mula mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarnya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung berjaya melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang menjadi lagenda. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, abang seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang terlepas dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch'in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch'in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea ). Jika saja pemerintah Ch'in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepun), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu nescaya akan berjaya mengusir pendudukan Dinasti Ch'in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli perubatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berjaya mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berjaya menewaskan lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karana ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton . Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena isteri-isterinya meninggal dalam usia pendek. Setelah isteri ketiganya meninggal, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad'afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.Wong Fei-Hung meninggal dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.

CATATAN DI COPAS DARI http://djanuarokje.blogspot.com/2010/04/wong-fei-hung-seorang-muslim.html

Rabu, 20 April 2011

"berbuat karena ikhlas kepada Allah.swt"

Minggu, 17 April 2011

"Menunda-nunda atau mengandai-ngandai"

Menunda-nunda atau mengandai-ngandai

Sahabatku menunda-nunda atau mengandai-ngandai adalah sifat bagi orang yang kebal perasaan dan tidak punya kepedulian,setiap kali jiwa kita punya hasrat melakukan suatu kebajikan ,mungkin kita akan menghalanginya dengan mengatakan “ah nanti sajalah” {(^_^)} ,lalu sampai kapan?? Apakah sampai keburu datang kematian secara mendadak ,lalu kita mengatakan sepeti yang dikutip dalam Al-qur’an surat al-munafiqun (63) : 10
“ya Tuhanku ,mengapa engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat”.

,sahabatku,hal tersebut adalah ibarat dagangan yang dibawa oleh para penumpang perahu yang berlayar dilautan angan-angan ialah janji-janji setan ,khayalan-khayalan mustahil,dan kebohongan-kebohongan ,akibatnya kita akan dipermainkan gelombang harapan yang palsu,lamunan-lamunan yang kosong ,seperti layaknya kawanan anjing yang mempermainkan bangkai,itulah modal orang yang berjiwa kerdil dan rendah.kita tidak memiliki hasrat dan cita-cita untuk mendapatkan hasil yang ril ,karena kita hanya mengandalkan angan-angan belaka ,kita hanya bisa membayangkan berhasil meraih semua yang kita angankan dalam mimpi indah,namun begitu terbangun kita sadar bahwa itu semua hanyalah bunga-bunga tidur…{(^_^)}

Seseorang bertanya kepada Ibnu sirin “aku bermimpi seolah sedang berenang tidak diatas air,lalu aku terbang tanpa sayap,apa tafsir mimpiku itu??” ibnu sirin menjawab “artinya kamu ini orang yang banyak angan-angan dan sering berkhayal”
Dan sekelumit syair yang sangat indah yang dikatakan oleh seorang penyair Abu taman “orang yang mengembalakan hasrat dan cita-citanya dipadang rumput angan-angan ,gembalanya akan tetap kurus”

Sahabatku, seorang mukmin sejati adalah yang mengerti firman Allah sebagaimana ,yang sangat baik amalnya ,dan yang sangat takut kepada Allah
Sahabatku bangunlah ! dari tidur yang melenakan ,karena usia ini sangat pendek ,buang jauh-jauh kalimat “nanti” karena kalimat tersebut adalah penyakit hati ,teruslah kejar-kejar cita-citamu dengan Tawakal (Taqwa),kerja keras ,usaha dan pengorbanan
Wassalamu’alaikum,semoga tulisan singkat ini dapat memberikan manfaat bagi diri kita sesame…{(^_^)}.

Senin, 28 Maret 2011

"CINTA BUTA,MEMBUAT GILA"

CINTA BUTA,MEMBUAT GILA

Saudaraku ,dan sahabat-sahabatku peristiwa seperti ini (cinta buta) sering terjadi lo…,sering terjadi bahkan akan selalu ada selagi masih ada kata-kata cinta di dunia ini,atau selagi masih ada manusia diatas bumi ini,mengubah dan mencegah penyakit yang akan muncul adalah salah satu sikap untuk menghilangkan penyakit tersebut,bahkan ia ibarat seorang dokter yang mahir dalam menyembuhkan suatu penyakit
Dalam hal ini “dokter berkata kepadaku tanpa ilmu,berobatlah wahai orang yang berpenyakit ,obatku tak ada yang tahu ,kecuali dariku ,Tuhan itu maha kuasa ,maha agung ,maha mulia,wajah sebagai saksi atas kesedihan didalam jiwa,ia seperti khayalan kebahagiaan ,dan keindahan yang dirasa.”
Sahabatku,Mengenai cinta buta ini ,Imam ibnu Hazem berkata “jika sebab diketahui,maka kekaguman akan sirna”
Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa hal yang menyebabkan ja’far maula ahmad bin Muhammad bin Jabir,hilang akal sehatnya (gila) karena kecintaannya kepada seorang budak yang dimiliki oleh saudara laki-lakinya ,namun kecintaannya tersebut tidak direstui dan dilarang keras oleh keluarganya akhirnya,budak itu dijual kepada orang lain sedangkan dimata ja’far,tidak ada satu wanita pun yang bisa menggantikan kedudukan budak yang menjadi pujaan hatinya tersebut sehingga ia merasa sangat kehilangan dan jiwanya menjadi labil..
Sahabtku kisah diatas adalah kisah yang sangat terkenal ,ja’far kehilangan akal sehatnya (gila) ,kehidupannya dalam kesedihan dan kehinaan dan akhirnya ja’far maula ahmad bin Muhammad akhirnya meniggal ,karena sebuah kecelakaan diwilayah Qurthubah…..{(-_-)}
Dalam kitab suciya,Allah.swt mennjelaskan tentang orang yang terpana dalam nafsunya,Allah berfirman : “ Demi umurmu (Muhammad) ,sesungguhnya mereka terombang-ambing didalam kemabukan (kesesatan)” . (Al-hijr : 72)
Sahabatku memang sabuah kewajaran bagi siapa pun yang menyerahkan diric pada hawa nafsu,baik laki-laki maupun perempuan ,akal sehat mereka melemah hingga tertimpa cinta buta.setelah itu mereka susah menjaga batas-batasan agama ,seperti berduaan di tempat sepi ,bahkan lebih berani dari hal itu, {(^_^)}
Seorang penyair arab berkata : “pandangan lalu senyuman ,kemudian ucapan salam,pembicaraan,lalu janjian,kemudian perjumpaan” {(^-^)} (pengalaman ya??)
Demikianlah kedekatan antara laki-laki dn perempuan mereka menjalin hubungan tertentu yang diawali denga sebuah pandangan ,maka rona-rona dosa tidak bisa dihentikan jika mereka menyerahkan dira pada hawa nafsu,akhirnya ,kita terjerambab kedalam kemaksiatan dan perzinaan.
Sahabatku ,itulah beberapa bahaya yang menimpa orang yang berlebih-lebihan dalam mecinta,tanpa da keseimbangan di dalamnya tidak menjadikan hati sebagai tempat yang cocok terhadap bidang-bidang cinta,manusia harus berusaha untuk memenuhi hatinya dengan cinta kepada ALLAH.swt,cinta kepada Rasul dan Nabi,cinta kepada Malaikat,cinta kepada orang-orang Saleh,cinta kepada kedua orang tua dan anak-anak dan cinta kepada pasangan hidupnya.
Sesungguhnya sahabatku,derajat cinta itu yang paling tinggi adalah cinta kepada Allah.swt dan cinta yang dituangkan untuk merengkuh ridho-nya,manusia harus bersikap seimbang terhadap beberapa bidang cinta yang ada,jika manusia lebih mendahulukan derajat cinta yang rendah daripada yang tinggi maka nilai cintanya akan menjadi hina dan rendah,dan cintanya akan berada diluar jalur yang di Ridhai oleh Allah.swt….wassalamdan semoga bermanfaat sahabatku. {(^_^)}

"pemimpin yang berkualitas"

PEMIMPN YANG BERKUALITAS

Kehadiran pemimpin diharapkan untuk mengatur dan menganyom masyarakat agar tercipta tujuan hidup yang lebih aman dan berkesinambungan,keserasian hidup dan keharmonisan hubunganj akan terwujud jika pemimpin yang di angkat adalah pemimpin yang berkualitas bukan hanya berkualitas dalam hal ilmu dan pengalamnan ,tetapi juga memberikan pelayanan public yang baik dan menyeluruh
Sahabatku dalam islam ,kepemimpinan adalah amanah bukan kekuasaan ,kepemimpinan adalah amanah bukan kekuasaan ,kepemimpinan adalah tanggung jawab bukan kesewenang-wenangan ,kepimimpinan adalah tugas bukan keistimewaan,jika seseorang pemimpin dalam kepemimpinannya menunjukan tanda-tanda yang menunjukankepada amanah ,tuga dan tanggung jawab,ia berpotensi besar mendapat perhatian dan apresiaisi public atau oleh orang-orang yang dipimpinnya ,namun jika jabatannya dianggap sebagai “keuasaan” “keistimewaan” dan “kesewenang-wenangan” tentu akan terjadi kehancuran dan kerusakan baik antar manusia maupun kerusakan pada ala mini ,rakyatnya akan merasa resah dan umat akan kebingungan ,pemimpin seperti akan dengan mudah menyalahgunakan jabatan dan keuasaan dan dampaknya korupsi pun akan menjadi budaya
Sahabatku ,mungkin anda bertanya-tanya pemimpin yang bagaimana yang dapat memberikan yang terbaik kepada yang dipimpinnya ? dan apa syarat-syarat yang harus dipenuhi agar seseorang layak menjadi seorang pemimpin ?
Sahabatku,paling tidak ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar seorang pantas dan layak dipilih sebagai seorang pemimpin antara lain :
1) Pemimpin harus bersikap adil
Hal ini diungkapkan Alla.swt melalui surah Al-Baqarah ,”sesungguhnya Aku telah menjadikan Ibrahim sebagai pemimpin untuk semua manusia “ Ibrahim berkata (memohon) “dan juga kepada keturunanku” Allah berfirman “janji-ku (ini) tidak berlaku bagi orang-orang yang zalim” lawan zalim adalah adil .oleh sebab itu ,syarat petama adalah mampu berbuat adil .keadilan adalah hukum kosmos ,ia merupakan hukum alam ,tidak adil artinya melanggar hukukm kosmos,jika demikian kerusakan yang ditimbulkan bukan hanya kepada satu bidang saja tetapi akan terimpilkasi kepada semua bidang kehidupan.

2) Harus memiliki ilmu pengetahuan
Ilmu berfungsi untuk member cara yang tepat dan benar dalam melakukan suatu aktivitas ,tanpa wawasan keilmuan,kepemimpinannya tidak akan berkembang ,bukankah masalah selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan manusia sehingga mengetahui ilmu tentang cara mengatasi masalah pun harus disesuaikan,sahabatku coba kita sejenak membayangkan bagaiman kalau sebuah jabatan public mengatur kehidupan orang banyak dengan berbagai implilkasinya tetapi diduduki oleh orang yang tidak kapabel,kualitas pemimpin bukan dilihat dari popularitasnya ,keturunannya ,keuarganya,harta dan kedudukan sosialnya tetapi diukur dari sejauh mana penguasaan dirinya dalam mengatasi setiap masalah yang ada.

3) Memiliki wawasan terbuka
Dengan bekal keterbukaan itu akan membuat dirinya mampu mendengar dan mengakomodasikan setiap pendapat dan masukan yang ada da mampu bersikap secara tepat dan benar dalam menyelesaikannya ,oleh karena itu suatu yang terpuji apabila seseorang atau pemimpin mau mendengarkan pendapat orang lain lalu member jawaban terbaik ,baik secara lisan,sikap maupun dan tingkah laku. Mungkin itu sekilas pandangan bagaimana kita memilih seorang pemimpin yang baik,baik dalam akhlak dan bersosial,Semoga bermanfaat bagi sahabat-sahabatku wasalam… {(^_^)}

Selasa, 15 Maret 2011

“KETIKA ISLAM SEBAGAI RITUAL BELAKA”

“KETIKA ISLAM SEBAGAI RITUAL BELAKA”

Inilah kejadian paling tragis dari sebuah peradaban ,jika hanya dipahami sebagai ritual belaka,islam akan kehilangan kekuatannya,islam akan menjadi nggak ada bedanya dengan agama lain yang hanya ngurusin akhirat ,..(ngak boleh di biarkan terus begini nih….{(^_^)}…),mungkin pada saat ini bahwa kebanyakan muslimin saat ini menganggap dan memahami bahwa islam hanya urusan Shalat,Puasa,Zakat,dan ibadah haji belaka,(secara umum lho…) ,saya menulis seperti ini karena saya juga pernah memahami begitu,dari sejak bisa ngaji di mushala dekat rumah saya di tanah kelahiran saya,sampai SMA kelas 3 ,saya memahami bahwa kalau seorang muslim sudah bisa sholat,pinter baca qur’an,rajin puasa ramadhan,selalu member zakat,berbakti kepada orang tua ,akur sama teman dan rajin belajar,saya merasa sudah sempurna sebagai seorang muslim sejati,(saya udah tenang aja gitu lho…{(^_^)} ).

But ,ketika saya kuliah saya ikutan Halaqoh yang di ajak oleh ustadz-ustadz muda yang keren dan berwibawa,disinilah saya mulai mengenal dan mencoba memahami bahwa islam ternyata bukan sekedar ibadah ritual belaka,karena apa ? karena ketika disampaikan materi tentang akidah saja,jujur saja saya kaget dan kagum karena dapetin ilmu baru,bahwa islam bukan sekedar akidah ruhiyah,tapi juga akidah siyasiyah,bukan sekedar ngurusin akhirat saja ,tapi juga mengatur masalah –masalh duniawi,dan penjelasannya juga begitu mudah dicerna dan akhirnya saya penasaran untuk terus belajar,Alhamdulillah,Insya Allah saya akan memberikan ilmu yang saya peroleh kepada yang lain….(hihihihi curco dalam catatan ini…{(^_^)}…) semoga bermanfaat..

"rasa malu"

Bagaimana belajar memiliki rasa malu dan menanamkan rasa selalu di awasi
ada sebuah cerita yang mungkin kita bisa ambil ibrohnya,maknaya ataupun dapat memberikan pelajaran dalam kehidupan kita sebagai umat muslim,umat Muhammad ,Rasulullah saw,,,,,,,,{(^_^)},silakn sahabat semua membacanya!! Semoga bermanfaat Jazaakallahu khairon. {(^_^)}……

Sahl bin Abdullah Tastary ,berkata “ ketika aku berumur 13 tahun,aku bangun diwaktu malam ,aku melihat shalat pamanku, Muhammad bin Siwar suatu hari ,dia berkata kepadaku,”apakah kamu selalu ingat kepada Allah,swt zat yang telah menciptakanmu ?” aku balik bertanya “ bagaimana aku dapat mengingatnya ?” dia menjawab ‘’katakanlah di dalam hatimu,ketika kamu mengombang-ambingkan pakaianmu tiga kali dengan tanpa bibir yang bergerak ,Allah bersamaku,Allah melihatku,Allah menyaksikanku.”
Kemudian aku ucapkan itu setiap malam dan mengajarkan itu kepada orang lain ,pamaku berkata “katakanlah itu setiap malam 100 kali” aku katakana kepada paman “ dalam hatiku terasa sebuah kenikmatan” lalu ia berkata “ jagalah apa yang telah aku ajarkan! ,lakukan sampai kamu masuk kubur nanti ,karena hal itu akan memberikan manfaat di dunia dan akhirat” masih dalam tahun itu paman berkata kepada ku “ wahai Sahl siapa yang selalu bersama Allah.swt ,merasakan Dia selalu menyaksikannya ; apakah ia akan berani untuk berbuat maksiat kepada-Nya.

Berhati-hatilah dengan kemaksiatan wahai sahbatku yang mempunyai rasa malu!!
 Karena ketika akal hilang ,nafsu menguasai ,dosa mudah dilakukan ,dan hati menjadi mabuk,ingatlah Allah bersamaku,Allah menasehatiku,dan Allah menyaksikan ku”

 Ketika seorang pengawas hilang seorang saksi lenyap,mata tertidur ,ingatlah Allah bersamaku.Allah melihatku,Allah menyaksikanku” {(^_^)}

"SAAT CINTA MENYENTIL HATIMU"

“SAAT CINTA MENYENTIL HATIMU”

“Dan diantara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah
Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri
Agar kamu cenderung dan merassa tentram kepadanya,
dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang
Pada demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah)
Bagi kaum yang berpikir”
(Q.S.Ar-Rum : 21 )

Jika sudah ada seseorang yang menarik hatimu,yang menghancurkan gunung es yang membeku hatimu,yang membuatmu gelisah saat berada jauh darinya,yang membuatmu salah tingkah saat bertemu denganya,bisa dipastikan,kamu sedang jatuh cinta,jatuh cinta kepada seseorang yang membuatkan jalan untuk muara emosimu
Sejak hati tertambat di kerling matanya,sejak mata tertahan pandangannya karena rupa yang menawan,dadamu terus bergejolak dengan rasa-rasa yang selalu menyapamu.setelah kamu tahu keramahannya,dan juga begitu salehnya dia,rasa suka itu memenuhi ruang hatimu,malam-malam yang dilalui terasa begitu berat,siang-siang yang di jalani terasa begitu gersang,tentu jika tanpa menyebut namanya….(hihihih duuuuuilleee sebegitunya {(^_^)}…..) jika rasa begitu kuat mendesak,menekan,bahkan nyaris mengendalikanmu,hanya dua cara yang bisa dilakukan

PERTAMA,kuatkan tekad untuk meyakinkan diri agar lebih mantap menatap masa depan bersamanya,menjalin cinta dan kasih sayang ,merenda bahagia dalam pernikahan yang suci….{(^_^)} KEDUA, jika pernikahan itu terlalu berat untukmu saat ini,merasa diri belum mapan,merasa mental masih belum kuat,tak ada salahnya untuk menguburkan dulu keinginan menikah.tak usah dipaksakan ,karena segala sesuatu yang dipakssakan tanpa didukung kemampuan diri dan niat yang kuat,insya Allah tak akan berjalan dengan baik……….
Yach hanya dua jalan itu yang tersedia tak ada jalan lain,itu sebabnya merayakan naluri ,mencintai dengan jalan selain itu hanya mengundang bahaya,ketika kamu merayakan “RASA CINTAMU” dengan cara yang hewani,maka itu sama artinya telah merelakan bahaya mengancam dirimu serta mengancam pujaan hatimu…..Cinta yang suci ini tak pantas dan tak layak jika di expresikan dengan cara yang merujuk kepada hawa nafsu semata,tak pantas pula dilakukan oleh seorang mukmin yng rela menjadikan hidupnya di atur oleh syariat Allah.SWT ,seorang muslim sejati tak akan pernah ridho untuk menodai cintanya dengan perbuatan yang dilarang ajaran agamanya.

Sahabat-sahabatku jika segalanya telah mungkin ,jika segalanya telah siap kamu lakukan tak perlu ragu dan bimbang,tatap masa depan dengan penuh harapan ,tanamkan kesabaran dan ketaqwaan dalam hatimu wahai sahabat-sahabatku.{(^_^)} ……insya Allah dia akan menjadikan dirimu dan dirinya selamat dunia dan akhirat,menenteramkan hati kalian berdua dengan kebaikan-Nya ,dijadikannya kasih sayang dan cinta diantara kalian,kalian akan saling menjaga kehormatan masing-masing,akan saling percaya,saling memahami,saling peduli,dan rasa khawatir satu sama lain..{(^_^)}….WASSALAM SEMOGA BERMANFAAT YA!!

" SAAT CINTA MENYENTIL HATIMU "



“SAAT CINTA MENYENTIL HATIMU”

“Dan diantara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah

Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri

Agar kamu cenderung dan merassa tentram kepadanya,

dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang

Pada demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah)

Bagi kaum yang berpikir”

(Q.S.Ar-Rum : 21 )

Jika sudah ada seseorang yang menarik hatimu,yang menghancurkan gunung es yang membeku hatimu,yang membuatmu gelisah saat berada jauh darinya,yang membuatmu salah tingkah saat bertemu denganya,bisa dipastikan,kamu sedang jatuh cinta,jatuh cinta kepada seseorang yang membuatkan jalan untuk muara emosimu

Sejak hati tertambat di kerling matanya,sejak mata tertahan pandangannya karena rupa yang menawan,dadamu terus bergejolak dengan rasa-rasa yang selalu menyapamu.setelah kamu tahu keramahannya,dan juga begitu salehnya dia,rasa suka itu memenuhi ruang hatimu,malam-malam yang dilalui terasa begitu berat,siang-siang yang di jalani terasa begitu gersang,tentu jika tanpa menyebut namanya….(hihihih duuuuuilleee sebegitunya {(^_^)}…..) jika rasa begitu kuat mendesak,menekan,bahkan nyaris mengendalikanmu,hanya dua cara yang bisa dilakukan

PERTAMA,kuatkan tekad untuk meyakinkan diri agar lebih mantap menatap masa depan bersamanya,menjalin cinta dan kasih sayang ,merenda bahagia dalam pernikahan yang suci….{(^_^)} KEDUA, jika pernikahan itu terlalu berat untukmu saat ini,merasa diri belum mapan,merasa mental masih belum kuat,tak ada salahnya untuk menguburkan dulu keinginan menikah.tak usah dipaksakan ,karena segala sesuatu yang dipakssakan tanpa didukung kemampuan diri dan niat yang kuat,insya Allah tak akan berjalan dengan baik……….

Yach hanya dua jalan itu yang tersedia tak ada jalan lain,itu sebabnya merayakan naluri ,mencintai dengan jalan selain itu hanya mengundang bahaya,ketika kamu merayakan “RASA CINTAMU” dengan cara yang hewani,maka itu sama artinya telah merelakan bahaya mengancam dirimu serta mengancam pujaan hatimu…..Cinta yang suci ini tak pantas dan tak layak jika di expresikan dengan cara yang merujuk kepada hawa nafsu semata,tak pantas pula dilakukan oleh seorang mukmin yng rela menjadikan hidupnya di atur oleh syariat Allah.SWT ,seorang muslim sejati tak akan pernah ridho untuk menodai cintanya dengan perbuatan yang dilarang ajaran agamanya.

Sahabat-sahabatku jika segalanya telah mungkin ,jika segalanya telah siap kamu lakukan tak perlu ragu dan bimbang,tatap masa depan dengan penuh harapan ,tanamkan kesabaran dan ketaqwaan dalam hatimu wahai sahabat-sahabatku.{(^_^)} ……insya Allah dia akan menjadikan dirimu dan dirinya selamat dunia dan akhirat,menenteramkan hati kalian berdua dengan kebaikan-Nya ,dijadikannya kasih sayang dan cinta diantara kalian,kalian akan saling menjaga kehormatan masing-masing,akan saling percaya,saling memahami,saling peduli,dan rasa khawatir satu sama lain..{(^_^)}….WASSALAM SEMOGA BERMANFAAT YA!!