Salman Al Hariyadi

"ikhlas dalam menggapai ridho Allah.swt"

Jumat, 31 Mei 2013

" KAU TIDAK BISA MENGERTI CINTA DENGAN KEBENCIAN "

Di sepanjang perjalanan menuju alam keabadian terdapat panorama keindahan Cinta yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam satu kesatuan kehidupan dari  perjalanan itu sendiri. Di sana sini bertebaran keindahan cinta yang amat menakjubkan. Namun, tidak semua orang dapat menghayati keindahan – keindahan cinta itu, padahal struktur mata manusia diciptakan dengan unik agar mampu melihat dan menikmati keindahan cinta.

          Terbesit pada satu pertanyaan besar, mengapa sebagian mereka tidak mampu melihat keindahan cinta sebagai sesuatu yang indah dan elok dipandang, sebagai satu motivasi untuk meciptakan kehidupan yang lebih santun dan penuh keharmonisan ?, maka sebab kemampuan dalam menghayati keindahan cinta sangat bergantung pada keindahan hati kita.

      
    Maka kita yang memiliki hati yang kotor tak mungkin menghayati keindahan – keindahan cinta, bahkan bisa saja kita terjebak pada imajinasi liar dalam diri kita dengan cara menciptakan kenikmatan – kenikmatan semu, apa yang terjadi pada kenikmatan - kenikmatan semu tersebut yang terlahir pada imajinasi liar kita, hanyalah cerminan kekotoran hati kita akan makna hubungan keperibadian kita yang lemah dalam menghayati keindahan cinta yang hakiki. sebuah interaksi imajinasi semu yang di tuangkan pada hati yang penuh lumpur kebencian justru akan semakin menumpulkan daya keindahan dirinya sehingga ia semakin  tidak mampu menangkap apalagi menghayati keindahan cinta yang mencoba menyapanya. :-)

          Sebaliknya, mereka yang memiliki sorot mata yang tulus, senyum kemesraan  yang penuh kesantunan  yang dilandasi rasa keindahan cinta    pada keyakinan akan diri – Nya dapat menganugerahi rasa bahagia yang tak terperikan, maka rugilah mereka orang – orang yang hatinya kotor penuh lumpur kebencian karena tidak dapat melihat keindahan cinta yang bertaburan di alam semesta ini dengan jumlah yang sangat banyak J
 
          Saya sedikit ingin membagi kutipan Ibnu Qayyim al - Jauzziyah yang tertulis dalam bukunya yang berjudul ( Taman Orang Bercinta dan Dataran Orang Yang Rindu ) “Manifestasi Keindahan Cinta yang dimiliki seseorang adalah ketika ia dapat menerima semua karunia cinta dengan penuh kesyukuran dan kerendahan hati, inilah kekuatan cinta yang tertinggi yang akan memberikan suatu kehidupan yang melimpah penuh kesejahteraan, dimana kekuatan cinta yang dimilikinya adalah satu bentuk kekuatan kecerdasan akan keyakinan diri-Nya, kekuatan yang besar dan dahsyat yang menjadikan Cinta sebagai energy yang luar biasa.” J
 
          Dengan kesadaran akan keberadan cinta sebagai energy yang luar biasa dapat kita gunakan untuk mencapai hal-hal yang terbaik dalam kehidupan kita.
Cinta ialah iradah Allah yang dikirim ke dunia tumbuh menjadi Pohon Cinta. Kalau ia terletak di atas tanah yang lekang dan tandus, Tumbuhnya akan menyiksa orang lain, Kalau ia datang pada Hati yang Keruh dan Akal Budi yang Rendah, ia akan membawa kerusakan. Namun, jika ia Hinggap di Hati yang Jernih, ia akan Mewariskan Kemuliaan dan Keikhlasan”  Begitulah Ustad Buya Hamka melukiskan tentang Energi Cinta. Karenanya, Setiap orang alangkah indah melandasi kehidupannya dengan Cinta, Karena Hidup tak kan berwarna dan bermakna tanpa Cinta J ………………… J

Menutup akhir tulisan ini mungkin saya akan sedikit berbagi suatu cerita yang bisa kita ambil hikmahnya sebagai satu pelajaran dalam kehidupan kita.

suatu kala, konon ada seorang raja muda yang pandai. ia memerintahkan semua mahaguru terkemuka dalam kerajaannya untuk mengerjakan suatu proyek kerajaan, semua maha guru di himpun dan diperintahkan untuk menulis semua kebijaksanaan dunia ini. lalu mereka segera mengerjakan proyek kerajaan tersebut dan empat puluh tahun kemudian mereka telah menghasilkan ribuan buku berisi kebijaksanaan. Raja itu pada saat itu telah mencapai usia enam puluh tahun, berkata kepada mereka, “saya tidak mungkin dapat membaca ribuan buku itu. Ringkaslah dasar – dasar semua kebijaksanaan ini.”
Setelah sepuluh tahun bekerja, para mahaguru itu berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dunia dalam seratus jilid. “Itu masih terlalu banyak”, kata sang raja. “saya telah berusia tujuh puluh tahun. peraslah semua kebijaksanaan itu ke dalam inti yang paling dasariah.”
maka orang-orang bijak itu mencoba lagi dan memeras semua kebijaksanaan di dunia ini ke dalam hanya satu buku, tapi pada waktu itu raja berbaring di tempat tidur kematiannya. Maka pemimpin kelompok mahaguru itu memeras lagi kebijaksanaan – kebijaksanaan itu dalam hanya satu peryataan, “ Manusia Hidup, Lalu menderita, kemudian mati. satu – satunya hal yang tetap bertahan adalah CINTA.”




Salam Mantap
Sepenggal Cerita Salman Al Hariyadi