Salman Al Hariyadi

"ikhlas dalam menggapai ridho Allah.swt"

Minggu, 17 Oktober 2010

"Shalat untuk Orang Tua"


Shalat untuk Orang Tua

 

Shalat untuk orang tua dikenal dengan istilah shalat “Birrul Wâlidayn” adalah shalat sunnah yang ditujukan untuk berbakti kepada kedua orang tua. Shalat ini dilakukan dua rakaat. Caranya sebagai berikut:

 

Niatnya: Bisa diucapkan dengan lisan, bisa hanya diucapkan di dalam hati, dan juga bisa dua-duanya secara bersamaan. Niatnya sebagai berikut:

 

Ushalli sunnatan libirril walidayn rak`atayni qurbatan ilallâh.

Saya niat melakukan shalat sunnah dua rakaat untuk berbakti kepada kedua orang tua guna mendekatkan diri kepada Allah.

 

Rakaat pertama: membaca surat Fatihah, dan surat Ibrahim/14 : 41 (10 kali) yaitu:

 

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

Rabbanaghfirlî wa li-wâlidayya wa lil-mu’minîna yawma yaqûmul hisâb.

 

Ya Tuhan kami, ampuni daku dan kedua orang tuaku serta orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).

 

Rakaat kedua: membaca surat Fatihah, dan surat Nuh/71: 28 (10 kali) yaitu:

 

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِي مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

Rabbighfirlî wa li-wâlidayya wa liman dakhala baytî  mu’minan wa lil-mu’minî-na wal mu’minât.

 

Ya Tuhanku, ampuni  daku  dan  kedua orang tuaku, dan orang yang masuk ke rumahku dengan beriman, serta seluruh mukminin dan  mukminat.

 

Setelah salam membaca doa berikut (10 kali):

 

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا

Rabirhamhumâ kamâ rabbayanî shaghîrâ.

Ya Tuhanku, kasihani mereka berdua sebagaimana mereka mendidikku di waktu aku kecil.

(Al-Bâqiyah Ash-Shâlihât Mafâtihul Jinân, bab 2: 216).

 

"lucu yaach,hehe apa beneran lucu?"

Lucu ya, uang Rp 20,000an kelihatan begitu besar bila
dibawa ke kotak amal mesjid, tapi begitu kecil bila kita
bawa ke supermarket.

Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk berzikir,
tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan
sepakbola.

Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di Masjid, tapi
betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran
film di bioskop.

Lucu ya, susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat
berdoa atau sholat, tapi betapa mudahnya cari bahan
obrolan bila ketemu teman.

Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu dipertandingan
bola favorit kita, tapi betapa bosannya bila imam sholat
Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.

Lucu ya, susah banget baca Al-Quran 1 lembar saja, tapi novel best-seller
1000 halaman pun habis dilalap.

Lucu ya, orang-orang pada berebut paling depan untuk
nonton bola atau konser tapi berebut cari shaf paling
belakang bila Jumatan agar bisa cepat keluar.

Lucu ya, kita perlu undangan pengajian 3-4 minggu
sebelumnya agar bisa disiapkan di agenda kita, tapi untuk
acara lain jadwal kita gampang diubah seketika.

Lucu ya, susahnya orang mengajak partisipasi untuk dakwah,
tapi mudahnya orang berpartisipasi menyebar gossip.

Lucu ya, kita begitu percaya pada yang dikatakan koran,
tapi kita sering mempertanyakan apa yang dikatakan Al
Quran.

Lucu ya, semua orang penginnya masuk surga tanpa harus
beriman, berpikir, berbicara ataupun melakukan apa-apa.

Lucu ya, kita bisa ngirim ribuan jokes lewat email, tapi
bila ngirim yang berkaitan dengan ibadah / pengetahuan
ke-Islaman sering mesti berpikir dua-kali.


“Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin
bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari
Allah.” (QS. 33:47)