Salman Al Hariyadi

"ikhlas dalam menggapai ridho Allah.swt"

Minggu, 17 April 2011

"Menunda-nunda atau mengandai-ngandai"

Menunda-nunda atau mengandai-ngandai

Sahabatku menunda-nunda atau mengandai-ngandai adalah sifat bagi orang yang kebal perasaan dan tidak punya kepedulian,setiap kali jiwa kita punya hasrat melakukan suatu kebajikan ,mungkin kita akan menghalanginya dengan mengatakan “ah nanti sajalah” {(^_^)} ,lalu sampai kapan?? Apakah sampai keburu datang kematian secara mendadak ,lalu kita mengatakan sepeti yang dikutip dalam Al-qur’an surat al-munafiqun (63) : 10
“ya Tuhanku ,mengapa engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat”.

,sahabatku,hal tersebut adalah ibarat dagangan yang dibawa oleh para penumpang perahu yang berlayar dilautan angan-angan ialah janji-janji setan ,khayalan-khayalan mustahil,dan kebohongan-kebohongan ,akibatnya kita akan dipermainkan gelombang harapan yang palsu,lamunan-lamunan yang kosong ,seperti layaknya kawanan anjing yang mempermainkan bangkai,itulah modal orang yang berjiwa kerdil dan rendah.kita tidak memiliki hasrat dan cita-cita untuk mendapatkan hasil yang ril ,karena kita hanya mengandalkan angan-angan belaka ,kita hanya bisa membayangkan berhasil meraih semua yang kita angankan dalam mimpi indah,namun begitu terbangun kita sadar bahwa itu semua hanyalah bunga-bunga tidur…{(^_^)}

Seseorang bertanya kepada Ibnu sirin “aku bermimpi seolah sedang berenang tidak diatas air,lalu aku terbang tanpa sayap,apa tafsir mimpiku itu??” ibnu sirin menjawab “artinya kamu ini orang yang banyak angan-angan dan sering berkhayal”
Dan sekelumit syair yang sangat indah yang dikatakan oleh seorang penyair Abu taman “orang yang mengembalakan hasrat dan cita-citanya dipadang rumput angan-angan ,gembalanya akan tetap kurus”

Sahabatku, seorang mukmin sejati adalah yang mengerti firman Allah sebagaimana ,yang sangat baik amalnya ,dan yang sangat takut kepada Allah
Sahabatku bangunlah ! dari tidur yang melenakan ,karena usia ini sangat pendek ,buang jauh-jauh kalimat “nanti” karena kalimat tersebut adalah penyakit hati ,teruslah kejar-kejar cita-citamu dengan Tawakal (Taqwa),kerja keras ,usaha dan pengorbanan
Wassalamu’alaikum,semoga tulisan singkat ini dapat memberikan manfaat bagi diri kita sesame…{(^_^)}.

0 komentar:

Posting Komentar