Deru menggema suara kenalpot mobil, menyusup diantara
sela-sela langkah kaki manusia, menyerentak sirama masa-masa tersibuk di kota
rempah. suara-suara yang bising atau
suara-suara yang tak bernada, tak sedikitpun membuat resah para pengunjung di
sebuah toko buku diperempatan jantung kota. mereka sibuk dan terpesona oleh
berbagai hindangan pengetahuan yang tersaji dan tertata rapi di setiap
sudut-sudut bangunan toko buku tersebut, ada yang sekedar berwisata ilmu, dan
ada pula yang sekedar berziarah pengetahuan, berbagai macam tujuan yang
mengantarkan mereka ke toko buku tersebut. akan tetapi satu hal yang ku ketahui
dari pengunjung tersebut, mereka hanya memiliki satu tujuan, sebuah tujuan yang mampu menggerakkan langkah kaki mereka
untuk berkunjung, yaitu sebuah tujuan untuk meningkatkan kapasitas diri mereka
dengan berbagai macam ilmu pengetahuan, dan mengambil sari pati ilmu
pengetahuan tersebut untuk mereka semai
dalam ladang – ladang kehidupan yang kita jalani sebagai makhluk sosial yang
saling memberi manfaat satu sama lainnya.
Siang itu ku mantapkan langkah kakiku menapaki tangga, menuju sebuah ruangan di lantai dua yang di
khususkan untuk menjual berbagai macam buku dan beragam judul – judul yang
sedikit menggoda kantung keuanganku :) ,yah begitulah keadaannya, suasana toko
yang sejuk dan memberi rasa nyaman kepada pengunjung itu, sedikit membuat
pengunjung betah untuk menghabiskan waktunya dalam mengeksplorasi pengetahuan
yang mungkin saja bisa ia dapatkan. Sejenak
langkahku terhenti di sebuah rak buku betuliskan “Novel Fiksi” sajian berbagai
macam Novel Fiksi tersusun rapi di rak buku tersebut, “Huuuuuhfffh….” helaan nafas terdengar disela kebingungan untuk
menentukan sebuah pilihan, Novel yang tersedia semuannya menarik dan bisa
dijadikan bahan santapan di waktu lenggang.
terkadang ku berjongkok, terkadang ku menunduk mencari Novel Fiksi yang
terselip di rak buku yang bertingkat itu.
“ah sepertinya Novel
ini menarik” gumamku
dalam Hati
sebuah Novel Fiksi bersampul biru yang
judulnyanya pun sangat menarik, akupun membolak balik Novel tersebut sekedar
mencari Label Harga yang biasa tertempel di sampul buku tersebut, sekedar untuk
menyesuaikan dengan Anggaran yang tersedia di kantungku :), dan sedetik sesaat ada yang menyentuh dan menepuk
punggungku, sekilas ku membalikkan badan.
“nak bisa minta
tolong bantu ibu ?” ujar
seorang wanita tua .
rasa kagetku
hilang seiring rasa penasaran ketika ku menatap seorang ibu yang mengenakan
baju berlengan pendek, dengan bando hitam yang terselip di sela – sela
rambutnya yang mulai memudar warna hitamnya, rambutnya yang memudar keputihan
itu seakan-akan menggambarkan betapa panjangnya kehidupan yang telah ia lalui, kerutan
- kerutan yang tergores di wajahnya seakan – akan melukiskan betapa lamanya ia
bergelut dengan alur kehidupan ini, hingga urat – urat tangan yang timbul di
kulitnya yang hitam legam seakan menampakkan betapa kerasnya padang kehidupan
yang telah ia jalani.
“apa yang bisa saya
bantu ibu?” kataku
“ini nak, bisa
carikan ibu sebuah buku !”Sambil menyodorkan selembar kertas yang sedikit kucel.
tanpa
menolak kuraih selembar kertas yang dipegang ibu tersebut, ternyata ada sebuah
pesan di selembar kertas tersebut.
‘Mama
Tolong carikan buku paket UAN 2013 untuk SMP , dengan mata pelajaran Bhs
Indonesia, Bhs Inggris, IPA, IPS, dan Matematika’,
dengan
sedikit tersenyum setelah membaca pesan yang sepertinya pesan ini di tulis
oleh anaknya ini tanpa basa – basi
akupun mengajak ibu tersebut untuk mencari buku yang dimaksud.
“mari ibu ikut saya,
nampaknya disebelah sana buku UAN yang ibu maksud itu di pajang”
kami pun
melangkah bersama menuju sebuah susunan buku UAN yang terpajang di sudut toko
ini, sempat terbesit di hatiku mengapa ibu ini meminta tolong kepadaku ketika
toko ini banyak di kunjungi pengunjung, mengapa tidak bertanya saja kepada
pegawai yang bertugas menjaga di toko buku ini, ataukah penampilanku yang
seperti pegawai toko buku ini, ataukah mungkin karena perawakanku yang terlihat
baik hati sehingga ibu tersebut lebih tertarik meminta tolong kepadaku heheheheh :), yah sudahlah mungkin itu semua
tidak penting untuk saat ini.
“ibu, anak ibu kelas
tiga SMP ?” tanyaku
“Ia, nak” jawabnya singkat
“sekarang anak ibu
dimana ?, kok ibu yang disuruh sendiri mencari buku UAN ?” tanyaku lagi dan sedikit kesal kepada
anaknya yang tega menyuruh ibunya sendiri mencari buku keperluannya.
“oh sekarang dia
lagi sekolah nak”
“hemmmm, oh ini bu
bukunya yang ibu maksud” sambil menawarkan tiga paket buku UAN“ ini sudah sesuai nak dengan pesan yang di tulis disini”sambil
menunjukkan kertas yang dibawanya tadi.
“iya ibu, ibu
tinggal pilh aja dari ketiga buku ini, buku ini sudah sesuai dengan pesan yang
ditulis anak ibu itu” jawabku,
walau sejenak ku menebak kalau ibu ini sepertinya Buta Huruf atau tidak bisa
membaca.
“oh begitu yah
” sejenak ibu itu terdiam
seakan ada keraguan yang terpantul diwajahnya
“kira – kira yang
bagus yang mana ya nak ?” tanyanya lagi
“yang ini aja bu” sambil menunjuk salah satu buku
yang menurut firasatku bagus :) walau semuanya sama bagusnya sih.
“yang ini harganya
berapa ?” tanyanya lagi
tanpa bosan
dan dengan sedikit membolak balikkan buku untuk mencari lebel harganya
akupun
menjawabnya “oh yang ini bukunya
harganya Rp. 70.000, bu”
“mahal ya” celetuknya
“ hihihihi iya bu”.
jawabku
“kalau yang dua tadi
berapa harganya nak ?” Ibu itu pun bertanya lagi
“oh kalau kedua buku
ini harganya juga tidak jauh berbeda ibu, 65.000 dan 72.500” jawabku lagi
“oh kalau gitu yang
65.000 aja, sedikit lebih murah” kata ibu tersebut
“hihihi” hanya senyum yang ku balas, sambil
menyerahkan buku UAN yang di inginkan ibu tersebut.
“hemmmpp kalau ibu
ingin membeli buku ini, silahkan ke kasir aja bu, bayarnya disana” sambil menujuk arah kasir yang
terdapat di toko buku ini.
“oh ya, terimakasih banyak ya nak, sudah
direpotkan, sebenarnya ibu itu tidak
bisa membaca jadi ibu minta bantu kamu nak, ibu agak sedikit bingung kalau cari
buku – buku di toko ini” kata
ibu tersebut sambil tersenyum dengan keterusterangannya.
“oh ngak apa – apa
bu” jawabku, sambil tersenyum juga.
Dalam hati aku pun berfikir kalau ibu ini sosok yang sangat
luar biasa, Demi anaknya dia rela mencari Buku UAN untuk keperluan pendidikan
anaknya, walaupun ia memiliki keterbatasan pada dirinya tidak bisa membaca atau
buta huruf, ia pun tidak malu untuk datang ke toko buku ini, bahkan ia berani
untuk melangkah ketoko buku ini sendiri. dirikupun masih menatap ibu tersebut
yang melangkah menuju kasir untuk membayar buku yang ia genggam erat di
tanggannya, seiring ibu tersebut melangkah, seiring dalam pula ku merenung,
seakan ada harapan besar berupa cinta dan kasih sayang untuk anaknya yang ia
panjatkan dalam di setiap doa – doanya agar anaknya kelak bisa hidup lebih baik
daripada dirinya sendiri, atau setidaknya anak tersebut bisa membaca.
Ibu :),Sosok Ibu, mengingatkanku
pada ibuku, kasih sayang yang diberikannya memang tak bisa terbayarkan,
kemarahanmu memang untuk kebaikanku, walaupun aku sedikit bandel dan
menghiraukan perkataanmu, Ibu kau memang, wanita yang ku favoritkan dalam
hidupku, yang namamu selalu ku lantunkan
dalam setiap sela - sela doaku untuk kebahagiaan dunia ini maupun akhirat yang
terletak di bawah telapak kakimu. Ya Allah yang menguasai seluruh alam ini,
jika Ridho Ibu ku adalah pertanda Ridho – Mu maka ampunilah diriku yang selalu
menyusahkannya, yang selalu mengecewakaannya, yang selalu membuatnya kesal
dengan tingkah laku yang pernah telah ku lakukan.
-
“Sepenggal
Cerita” -
Salman Al Hariyadi
0 komentar:
Posting Komentar